Diseminasi Produk SMART Posyandu Prafi, Dorong Camilan Kader Jadi Pilihan Konsumsi Kegiatan

Oct 24, 2026 - 11:07
Oct 26, 2026 - 11:07
 9
Diseminasi Produk SMART Posyandu Prafi, Dorong Camilan Kader Jadi Pilihan Konsumsi Kegiatan
Diseminasi produk kader smart posyandu prafi, kenalkan produk pada pemangku kepentingan wilayah (Red)

MANOKWARI - Kader SMART Posyandu Prafi mulai memperluas peluang pemasaran produk olahan pangan melalui kegiatan Diseminasi Produk SMART Kader Posyandu. Kegiatan ini menjadi ajang memperkenalkan hasil usaha kader kepada pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan calon konsumen, sekaligus mendorong produk mereka menjadi pilihan konsumsi dalam berbagai kegiatan.

Beragam produk olahan dipamerkan, mulai dari keripik bayam, cistik labu, keripik keladi, keripik pisang original dan cokelat, keripik singkong, hingga sale pisang. Kader juga memperkenalkan minyak kelapa, lemet singkong, risol mayo ubi ungu, mochi sukun dan ubi ungu, brownies alpukat sagu, puding kelor, tape singkong, serta bakso rusa.

Dari berbagai produk tersebut, tujuh jenis camilan kering, yakni keripik bayam, cistik labu, keripik keladi, keripik pisang original, keripik pisang cokelat, keripik singkong, dan sale pisang, telah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta sertifikat halal. Kelengkapan ini menjadi modal penting bagi kader untuk memperluas jangkauan pemasaran dan membangun kepercayaan konsumen.

Diseminasi tersebut melibatkan berbagai unsur, antara lain pimpinan Distrik Prafi, kepala kampung, Puskesmas Prafi, Polsek, Babinsa, anggota dewan, PKK, Dasawisma, tokoh agama, tokoh adat, perwakilan Hadi Mart dan Tata Mart, serta media. Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi berlanjut menjadi kerja sama pemasaran dan pesanan rutin.

Rangkaian acara diawali dengan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Tanah Papua, serta sambutan dari Ketua Tim SMART Posyandu, Ketua Tim Ekspedisi Patriot, dan Kepala Puskesmas. Pemotongan tumpeng yang disiapkan kader menjadi ungkapan syukur atas proses belajar dan kerja bersama dalam mengembangkan usaha.

Setelah sesi foto bersama, para undangan menikmati hidangan sekaligus mencicipi produk yang dipamerkan. Mereka kemudian memberikan tanggapan dan testimoni sebagai masukan bagi kader untuk meningkatkan kualitas produk serta strategi pemasaran.

Ketua Tim SMART Posyandu, Bu Lail, berharap kegiatan tersebut membuka peluang pesanan yang lebih rutin dari berbagai penyelenggara kegiatan di Distrik Prafi.

“Kami senang bisa memperkenalkan hasil karya kader kepada para undangan. Harapan kami, kalau ada rapat, pertemuan, atau kegiatan yang membutuhkan konsumsi, silakan memesan kepada SMART Posyandu Prafi. Setiap pesanan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga rasa, kebersihan, dan kekompakan,” ungkapnya.

Dukungan pemerintah distrik dan pemerintah kampung dinilai penting untuk menghubungkan produk kader dengan kebutuhan konsumsi dalam kegiatan masyarakat. Pemanfaatan produk lokal diharapkan dapat membuka pasar yang lebih dekat sekaligus menggerakkan perekonomian warga.

Perwakilan pimpinan Distrik Prafi berharap produk SMART Posyandu mendapat ruang untuk dikenal dan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan, sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, perwakilan kepala kampung mendorong agar kebutuhan konsumsi pertemuan di tingkat kampung dapat menjadi peluang bagi kader untuk menerima pesanan secara berkelanjutan.

Perwakilan anggota dewan juga menekankan pentingnya tindak lanjut setelah kegiatan diseminasi. Penguatan pemasaran, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan jejaring pembeli diperlukan agar produk kader tidak hanya dikenal saat pameran, tetapi berkembang menjadi sumber pendapatan keluarga.

Dari unsur Polsek, apresiasi diberikan terhadap semangat kader membangun kegiatan produktif. Dukungan masyarakat melalui pembelian dan promosi dari mulut ke mulut diharapkan turut memperluas pasar produk lokal.

Kepala Puskesmas Prafi mengingatkan agar pengembangan usaha tetap berjalan beriringan dengan peran kader dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kebersihan pengolahan, penyimpanan pangan, dan penyampaian informasi produk perlu terus diperhatikan untuk menjaga mutu serta kepercayaan konsumen.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi–Universitas Airlangga, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., mengatakan diseminasi menjadi kesempatan untuk mempertemukan hasil pendampingan dengan calon pembeli.

“Diseminasi ini menjadi kesempatan mempertemukan hasil pendampingan dengan calon pembeli. Harapan kami, produk kader menjadi pilihan konsumsi rapat dan berbagai kegiatan. Pesanan yang berkelanjutan akan membantu kader mengembangkan usaha, mengatur produksi, dan memperoleh tambahan pendapatan,” tuturnya.

Program pendampingan ini turut melibatkan Sri Rahmawati, Imeldawaati Tambunan, Anggun Anggifosari, Surma Elisa Manihuruk, dan Widyasari Yuni Agustin, di bawah kepemimpinan Dr. Muthmainnah.

Sesi testimoni menjadi ruang bagi para undangan untuk menyampaikan saran pengembangan usaha. Perwakilan media menilai cerita mengenai bahan lokal, proses produksi, dan perjuangan kader perlu diperkuat agar masyarakat tidak hanya mengenal produknya, tetapi juga memahami nilai di balik proses pembuatannya.

Perwakilan PKK berharap produk kader dapat diperkenalkan dalam kegiatan PKK dan pertemuan warga. Sementara itu, perwakilan Dasawisma menyarankan agar kader menyiapkan daftar produk, harga, dan kontak pemesanan yang jelas sehingga masyarakat lebih mudah melakukan pembelian.

Bagi kader, masukan tersebut menjadi bekal untuk memperbaiki produk dan memperluas pemasaran. Mereka berharap dukungan para pemangku kepentingan dapat berlanjut menjadi pesanan nyata sehingga usaha dapat tumbuh bersama dan memberikan manfaat bagi keluarga.

Melalui kegiatan ini, SMART Posyandu Prafi tidak hanya memperkenalkan beragam produk olahan pangan, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem usaha berbasis masyarakat. Ketersediaan produk, kemudahan pemesanan, konsistensi mutu, serta dukungan pembeli menjadi faktor penting agar usaha kader dapat terus berkembang.

Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 5 tentang Kesetaraan Gender, melalui penguatan peran ekonomi kader perempuan; SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan usaha serta pemasaran produk lokal; dan SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, layanan kesehatan, media, dan pelaku usaha.

Rilis: TEP 3 UNAIR

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow