TEP 17 ITS Perkuat Pembelajaran STEM di Ransiki, Salurkan STEM Kit ke 17 Sekolah

Oct 22, 2026 - 11:22
Oct 26, 2026 - 11:22
 15
TEP 17 ITS Perkuat Pembelajaran STEM di Ransiki, Salurkan STEM Kit ke 17 Sekolah
Penguatan guru di distrik ransiki

MANOKWARI SELATAN - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 17 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkuat kualitas pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, melalui pelatihan bagi guru dan penyaluran modul serta perangkat eksperimen STEM Kit ke 17 sekolah.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026) ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, serta mendorong peserta didik aktif memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan tersebut membekali guru dengan pemahaman mengenai konsep dasar STEM, penyusunan perencanaan pembelajaran, hingga praktik eksperimen sederhana yang dapat diterapkan di kelas.

Dalam sesi motivasi STEM, Dr. Juni Syaputra, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, memaparkan konsep, manfaat, serta penerapan pendekatan STEM dalam proses belajar mengajar.

Ia menjelaskan, integrasi sains, teknologi, enjinering, dan matematika dapat membantu peserta didik memahami konsep pelajaran sekaligus mengembangkan kemampuan mengidentifikasi masalah, merancang solusi, menguji hasil, dan melakukan evaluasi.

Melalui pendekatan ini, guru tidak hanya berperan menyampaikan materi, tetapi juga menjadi fasilitator yang mendampingi peserta didik membangun pemahaman melalui pengalaman langsung dan kegiatan penyelidikan.

Pembelajaran STEM juga dapat dikembangkan dengan memanfaatkan persoalan yang dijumpai di lingkungan sekolah. Pengelolaan sampah dan pemanfaatan sumber daya lokal, misalnya, dapat menjadi bahan pembelajaran untuk melatih kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan berpikir kritis siswa.

Materi kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Perencanaan Pembelajaran Mendalam berbasis STEM (RPM STEM) yang disampaikan Novita Erni Hendrawati, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, sekaligus fasilitator daerah bidang pembelajaran mendalam di Manokwari.

Pada sesi tersebut, guru mempelajari penyusunan tujuan pembelajaran, identifikasi kesiapan dan karakteristik peserta didik, perancangan pengalaman belajar kontekstual, integrasi lintas disiplin ilmu, serta penyusunan asesmen untuk mengukur proses dan hasil belajar.

Para peserta juga berlatih menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan permasalahan di lingkungan sekolah. Melalui praktik dan presentasi kelompok, guru didorong menerjemahkan konsep STEM menjadi kegiatan belajar yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah masing-masing.

Empat Eksperimen STEM Sederhana

Untuk memperkuat pemahaman melalui praktik langsung, Tim Ekspedisi Patriot 17 ITS mendemonstrasikan empat eksperimen STEM sederhana, yakni balon mengembang tanpa pompa, eksperimen minyak dan air, filtrasi air sederhana, serta kincir air mini.

Berbagai eksperimen tersebut menunjukkan bahwa konsep ilmiah dapat dipelajari melalui kegiatan langsung dengan memanfaatkan alat dan bahan sederhana.

Demonstrasi ini sekaligus memberikan inspirasi kepada guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih aktif dan menarik, sekaligus menghubungkan teori dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai tindak lanjut pelatihan, TEP 17 ITS menyerahkan modul pembelajaran STEM dan STEM Kit untuk mendukung penerapan pendekatan tersebut di 17 sekolah di Distrik Ransiki.

Modul tersebut diharapkan menjadi acuan bagi guru dalam menyusun kegiatan pembelajaran, sedangkan STEM Kit dapat digunakan untuk mendukung eksperimen dan aktivitas belajar yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu.

Penyaluran perangkat pembelajaran ini menjadi bagian penting agar kegiatan pelatihan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan guru, tetapi berlanjut dalam praktik pembelajaran di ruang kelas.

Dengan dukungan modul dan perangkat eksperimen, guru diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran STEM sesuai tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta sumber daya yang tersedia di sekolah.

Melalui program ini, TEP 17 ITS mendorong terciptanya proses pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam mengeksplorasi, mencoba, dan mengembangkan solusi atas berbagai persoalan.

Kolaborasi antarguru, dukungan kepala sekolah, pemanfaatan potensi lokal, serta evaluasi dan pendampingan berkelanjutan menjadi faktor penting untuk memastikan penerapan STEM berjalan efektif.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas praktik pembelajaran STEM yang kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada pemecahan masalah di sekolah-sekolah Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.

Rilis: TEP 17 ITS

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow