Kodim 1801 Manokwari Hadirkan Program Nyata, Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat di Tanah Papua
MANOKWARI - Memasuki usia ke-81, Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak sekadar memperingati perjalanan panjang institusi pertahanan negara. Momentum tersebut menjadi pengingat atas sejarah perjuangan TNI yang tumbuh bersama rakyat dan terus menguatkan semangat kemanunggalan di tengah masyarakat.
Komandan Kodim (Dandim) 1801/Manokwari Letkol Inf David Sutrisno Sirait mengatakan, semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat menjadi salah satu fondasi utama dalam menjalankan tugas pengabdian, khususnya di wilayah Papua.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program dialog Papua Barat Bicara di TVRI Papua Barat. Dalam dialog tersebut, David mengajak masyarakat melihat kembali sejarah lahirnya institusi pertahanan Indonesia yang tidak terlepas dari perjuangan rakyat dan para tokoh bangsa, termasuk Jenderal Soedirman.
Menurutnya, semangat basudara dan gotong royong harus terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam pelaksanaan tugas teritorial TNI.
Di Kabupaten Manokwari, komitmen tersebut diwujudkan Kodim 1801 melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Salah satunya melalui dukungan terhadap akses kebutuhan pokok masyarakat di kampung-kampung. Bersama berbagai pihak, Kodim membantu memastikan kebutuhan seperti pupuk, minyak dan obat-obatan dapat disalurkan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
Kodim 1801/Manokwari juga turut membuka keterisolasian sejumlah wilayah melalui pembangunan 11 titik jembatan perintis. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, menggerakkan perekonomian sekaligus mempermudah akses anak-anak menuju sekolah.
Selain infrastruktur, program penyediaan air bersih juga menjadi perhatian. Pembuatan sumur bor dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
Jajaran Kodim juga terlibat dalam rehabilitasi berbagai fasilitas umum, termasuk sekolah dan rumah ibadah, serta renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).
Di bidang lingkungan dan ketahanan pangan, Kodim 1801/Manokwari turut menjalankan Program ASRI (Kawasan Edukasi) dengan menata kawasan sungai yang sebelumnya kumuh menjadi lingkungan yang lebih bersih dan edukatif.
Komitmen terhadap ketahanan pangan juga terus diperkuat melalui dukungan terhadap program swasembada pangan.
David menegaskan, seluruh program tersebut tidak dapat berjalan sendiri. Karena itu, Kodim 1801/Manokwari terus membangun kolaborasi dengan Polri, pemerintah daerah, instansi vertikal, serta tokoh masyarakat.
Pendekatan kolaboratif dinilai penting agar setiap program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Selain pembangunan fisik, pembinaan generasi muda juga menjadi bagian dari tugas teritorial. Penanaman nilai nasionalisme, cinta tanah air dan bela negara terus dilakukan melalui kegiatan di sekolah maupun perguruan tinggi, termasuk melalui pembentukan Kader Republik Indonesia (KKRI).
Memasuki era digital, jajaran Kodim 1801/Manokwari juga memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan dan kinerja satuan sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
David mengatakan, kritik konstruktif dari masyarakat tetap terbuka sebagai bagian dari evaluasi dan perbaikan kinerja institusi, selama disampaikan dalam semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Sementara dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 TNI di Manokwari, Kodim 1801 menggelar berbagai kegiatan, mulai dari lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) antar sekolah, lomba domino, karya bakti membersihkan sungai, penanaman pohon hingga upacara militer yang menjadi puncak peringatan di Makodim 1801/Kasuari.
David mengatakan, momentum HUT ke-81 TNI menjadi pengingat bagi seluruh prajurit untuk terus hadir dan bekerja bersama masyarakat.
"Mari kita bahu-membahu membangun Indonesia dan negeri ini, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan wujud nyata kita. Intinya, kami dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Bersama rakyat, TNI kuat; dan bersama rakyat pula kita wujudkan Indonesia yang maju, adil, dan berdaulat, khususnya di tanah Papua," pungkasnya.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?