BPOM Dampingi Kader SMART Posyandu Prafi Siapkan Rumah Produksi, Pendampingan Berlanjut pada 2027

Oct 25, 2026 - 14:49
 8
BPOM Dampingi Kader SMART Posyandu Prafi Siapkan Rumah Produksi, Pendampingan Berlanjut pada 2027
Kartika Elianingrum dari BPOm Manokwari saat memaparkan materi keamanan pangan (Red)

MANOKWARI - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Manokwari mendampingi kader SMART Posyandu Prafi menyiapkan rumah produksi pangan olahan yang memenuhi standar keamanan pangan dan persyaratan perizinan. Pendampingan yang berlangsung di Balai Pertemuan SP4, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu (24/10/2026), menjadi langkah penting dalam mendorong pengembangan usaha pangan kader secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, kader mendapatkan pembekalan mengenai Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), penataan sarana produksi, dokumentasi usaha, hingga tahapan pengurusan izin edar pangan olahan. BPOM juga menyatakan kesiapan untuk melanjutkan pendampingan pada 2027 agar kader dapat mempersiapkan rumah produksi secara bertahap.

Narasumber kegiatan, Mustika Erlinaningrum, S.Farm., Apt., M.Pharm.Sci., Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda Balai POM di Manokwari, menjelaskan bahwa keamanan pangan harus diperhatikan sejak bahan baku diterima hingga produk sampai ke tangan konsumen.

Menurutnya, kualitas produk tidak cukup hanya mengandalkan rasa dan kemasan yang menarik. Proses produksi yang bersih, tertata, dan terkendali menjadi faktor penting untuk menjaga mutu serta keamanan pangan.

Materi CPPOB yang disampaikan mencakup 18 aspek, di antaranya lokasi dan bangunan, fasilitas sanitasi, peralatan produksi, bahan baku, pengawasan proses, kesehatan pekerja, pengemasan, pelabelan, penyimpanan, serta dokumentasi.

Seluruh aspek tersebut saling berkaitan dalam mencegah pencemaran dan menjaga konsistensi mutu produk. Karena itu, rumah produksi perlu dirancang dengan memperhatikan kebersihan, kemudahan pembersihan, dan alur kerja yang teratur.

Penempatan bahan baku, area pengolahan, tempat pencucian peralatan, area pengemasan, hingga penyimpanan produk jadi juga perlu diatur untuk mengurangi risiko kontaminasi silang.

Selain itu, kader dibekali pengetahuan mengenai kebersihan pekerja dan peralatan, pengendalian hama, penanganan limbah, serta pemilihan kemasan yang sesuai untuk melindungi produk. Pelabelan juga menjadi perhatian agar informasi yang tercantum jelas dan membantu konsumen mengenali produk serta memahami cara penyimpanannya.

Dalam pengelolaan bahan baku, peserta diperkenalkan pada prinsip first in, first out (FIFO), yakni bahan yang lebih dahulu masuk digunakan lebih dahulu, serta first expired, first out (FEFO), yaitu bahan dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat diprioritaskan penggunaannya.

Penerapan kedua prinsip tersebut dapat membantu kader menjaga mutu bahan, mengurangi risiko penggunaan bahan kedaluwarsa, dan menekan pemborosan dalam proses produksi.

Mustika juga menekankan pentingnya standar operasional prosedur (SOP) dan pencatatan usaha. Catatan mengenai bahan baku, proses produksi, kode produksi, hingga distribusi diperlukan untuk memudahkan penelusuran apabila ditemukan persoalan pada produk.

Pada aspek perizinan, kader mendapatkan penjelasan mengenai perbedaan jalur perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan izin edar BPOM. Pemilihan jalur perizinan harus disesuaikan dengan kategori pangan, proses pengolahan, serta karakteristik sarana produksi yang digunakan.

Dokumen yang perlu dipersiapkan antara lain identitas usaha, denah tempat produksi, alur proses pengolahan, komposisi produk, rancangan label, serta dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Bagi kader SMART Posyandu Prafi, materi tersebut menjadi bekal untuk memetakan kebutuhan perbaikan sebelum rumah produksi dikembangkan lebih lanjut. Pendampingan lanjutan pada 2027 diharapkan memberi ruang bagi kader untuk melengkapi persyaratan, memperbaiki fasilitas, dan membangun kebiasaan produksi yang memenuhi standar keamanan pangan.

Perwakilan kader menyambut baik pendampingan tersebut karena memberikan pemahaman lebih menyeluruh mengenai persiapan rumah produksi.

Mereka menyadari bahwa rumah produksi tidak hanya membutuhkan ruangan dan peralatan, tetapi juga pengaturan penyimpanan bahan, kebersihan, serta pencatatan yang tertib. Kader berharap pendampingan dapat terus berlanjut sehingga berbagai kekurangan bisa diperbaiki secara bertahap.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi–Universitas Airlangga, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., berharap pendampingan BPOM semakin memperkuat kemandirian usaha kader.

Menurutnya, semangat belajar, kekompakan, dan kesediaan untuk terus memperbaiki proses produksi menjadi modal penting agar usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ia berharap kader mampu menyiapkan rumah produksi bersama, menjaga kualitas produk, serta mengembangkan usaha secara mandiri dengan tetap memperhatikan keamanan pangan dan ketentuan perizinan.

Program SMART Posyandu Prafi mendapat pendampingan dari Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi–Universitas Airlangga yang terdiri atas Sri Rahmawati, Imeldawati Tambunan, Anggun Anggifosari, Surma Elisa Manihuruk, dan Widyasari Yuni Agustin, di bawah kepemimpinan Dr. Muthmainnah.

Pendampingan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan keamanan pangan berkaitan dengan SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, sedangkan peningkatan kapasitas usaha kader mendukung SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Persiapan rumah produksi turut sejalan dengan SDGs 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta SDGs 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Sementara itu, kolaborasi BPOM, perguruan tinggi, Tim Ekspedisi Patriot, dan kader mencerminkan semangat SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Dengan pendampingan yang berlanjut pada 2027, kader SMART Posyandu Prafi diharapkan semakin siap membangun rumah produksi yang memenuhi standar, memperkuat legalitas usaha, dan menghasilkan produk pangan yang aman, bermutu, serta mampu bersaing di pasar.

Sumber: Rilis TEP 3 UNAIR

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow