Comeback Fantastis! Taklukkan Persebaya 2-1, Waamanat Bhintuka FC Juara Piala Soeratin U-17 2026 Tanpa Kekalahan
KALIMANTAN TIMUR - Waamanat Bhintuka FC tampil luar biasa dengan menaklukkan Persebaya Surabaya 2-1 pada partai final putaran nasional Piala Soeratin U-17 2026. Sempat tertinggal lebih dahulu, tim ini sukses membalikkan keadaan melalui comeback spektakuler di PSSI Training Center 1, Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus memastikan gelar juara dengan catatan tak terkalahkan sepanjang turnamen.
Kemenangan ini menjadi puncak perjalanan impresif Waamanat Bhintuka FC dalam kompetisi sepak bola usia muda paling bergengsi tersebut. Mentalitas pantang menyerah dan kemampuan memanfaatkan momentum menjadi kunci keberhasilan mereka mengangkat trofi juara.
Laga final berlangsung sengit sejak menit pertama. Persebaya Surabaya langsung mengambil inisiatif serangan dan berhasil membuka keunggulan melalui sundulan tajam pemain bernomor punggung 9 yang tak mampu diantisipasi barisan pertahanan Waamanat Bhintuka FC. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Bajul Ijo Muda.
Namun, situasi pertandingan berubah pada menit ke-30. Persebaya harus bermain dengan 10 pemain setelah pemain bertahan bernomor punggung 14 menerima kartu merah langsung dari wasit.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Waamanat Bhintuka FC untuk meningkatkan tekanan dan mengurung pertahanan lawan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, termasuk melalui aksi pemain bernomor punggung 22. Meski demikian, rapatnya pertahanan Persebaya membuat skor 1-0 tetap bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Waamanat Bhintuka FC tampil lebih agresif. Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-49. Pemain bernomor punggung 22 sukses mencetak gol penyeimbang sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut semakin membangkitkan kepercayaan diri para pemain Waamanat Bhintuka FC. Serangan demi serangan terus diarahkan ke jantung pertahanan Persebaya untuk mencari gol kemenangan.
Momentum kebangkitan akhirnya mencapai puncaknya pada menit ke-64. Memanfaatkan umpan terukur, pemain bernomor punggung 9 melepaskan sundulan mematikan yang gagal dihentikan kiper Persebaya. Gol tersebut membawa Waamanat Bhintuka FC berbalik unggul 2-1.
Setelah membalikkan keadaan, Waamanat Bhintuka FC tetap menjaga intensitas permainan. Mereka beberapa kali memperoleh peluang untuk memperlebar keunggulan, sementara Persebaya berusaha mencari gol penyama kedudukan.
Hingga wasit meniup peluit panjang setelah 90 menit waktu normal dan empat menit tambahan waktu, skor 2-1 tidak berubah. Waamanat Bhintuka FC pun memastikan kemenangan dramatis sekaligus menyegel gelar juara nasional Piala Soeratin U-17 2026.
Gelar ini menjadi bukti ketangguhan Waamanat Bhintuka FC yang mampu melewati setiap tantangan tanpa tersentuh kekalahan. Keberhasilan menundukkan Persebaya di partai puncak dengan cara membalikkan keadaan semakin menegaskan karakter juara yang dimiliki tim tersebut.
Kemenangan ini sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi tim dan daerah yang mereka wakili. Waamanat Bhintuka FC menutup perjalanan di Piala Soeratin U-17 2026 dengan pencapaian tertinggi: menjadi juara nasional dengan rekor tak terkalahkan.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?