Kader SMART Posyandu Prafi Belajar Promosi Produk Pakai AI, dari Foto hingga Video

Oct 25, 2026 - 14:40
 9
Kader SMART Posyandu Prafi Belajar Promosi Produk Pakai AI, dari Foto hingga Video
Kader posyandu berkreasi dengan AI untuk promosi produknya (Red)

MANOKWARI - Kader SMART Posyandu Prafi mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengembangkan promosi produk lokal. Melalui pelatihan foto produk, penulisan materi promosi, hingga pembuatan video berbantuan AI, kader didorong agar mampu memasarkan produk secara kreatif dan mandiri melalui media sosial.

Pendampingan berlangsung sejak 23 Oktober 2026 di rumah kader, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan bersama Tri Adi Santoso dari Kabar Nusantara di Balai Pertemuan SP 4, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada 24 Oktober 2026.

Kegiatan ini melibatkan Tim 3 Ekspedisi Patriot dan Kabar Nusantara sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan digital kader, khususnya dalam memperkenalkan produk, mengemas pesan promosi, serta menjangkau calon pembeli melalui platform digital.

Pelatihan dilakukan secara langsung menggunakan telepon genggam. Kader berlatih memotret produk, mengolah foto, membuat video berbantuan AI, hingga membagikan materi promosi ke media sosial. Produk yang sebelumnya dipasarkan secara sederhana mulai diperkenalkan melalui tampilan visual dan cerita yang lebih menarik.

Dalam materi “Promosi lewat Teks dan Foto”, Tri Adi Santoso menekankan bahwa promosi yang efektif tidak hanya bergantung pada gambar yang indah, tetapi juga pada pesan yang mampu membangun ketertarikan calon pembeli.

Sebelum mengambil gambar, kader diajak menentukan sasaran konsumen, mengenali keunggulan produk, dan merumuskan pesan yang ingin disampaikan. Foto camilan, misalnya, dapat menampilkan suasana kebersamaan keluarga untuk membangun kedekatan emosional dengan calon konsumen.

“Foto yang baik menarik mata, foto yang bermakna menyentuh perasaan, dan foto promosi yang efektif membantu calon pembeli memahami nilai sebuah produk,” demikian pesan Tri dalam materi pelatihannya.

Kader juga mempelajari teknik dasar fotografi produk menggunakan ponsel, mulai dari membersihkan lensa, menyiapkan produk, memanfaatkan pencahayaan, mengatur komposisi dan fokus, hingga mengambil gambar dari berbagai sudut. Setelah itu, mereka berlatih memilih foto terbaik dan melakukan penyuntingan seperlunya.

Tri mengingatkan agar kader menghindari latar belakang yang terlalu ramai, gambar buram, teks berlebihan, serta filter yang mengubah warna asli produk. Prinsip tersebut juga berlaku saat menggunakan AI, sehingga hasil promosi tetap mencerminkan produk yang benar-benar dijual dan tidak mengurangi kepercayaan konsumen.

Selain keterampilan visual, kader diperkenalkan pada materi “Dasar Membuat Berita Hard News/Straight News”. Materi ini mencakup unsur 5W+1H, yakni apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana, serta pola piramida terbalik yang menempatkan informasi terpenting pada bagian awal tulisan.

Kader belajar menggunakan bahasa sederhana, membedakan fakta dan opini, memeriksa nama serta tanggal, dan memastikan kutipan sesuai dengan pernyataan narasumber. Keterampilan tersebut diharapkan membantu mereka menyampaikan informasi kegiatan sekaligus memperkenalkan perkembangan usaha secara ringkas, jelas, dan dapat dipercaya.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., mengatakan penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen dan komitmen menjaga kejujuran informasi.

“Kami berharap kader semakin percaya diri memperkenalkan produknya. AI dapat membantu mengembangkan ide foto, tulisan, dan video, tetapi cerita tentang bahan lokal, proses pembuatan, serta keunggulan produk tetap bersumber dari pengalaman kader sendiri. Keterampilan ini menjadi bekal agar promosi terus berjalan secara mandiri setelah pendampingan berakhir,” ungkapnya.

Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi–Universitas Airlangga dalam program SMART Posyandu Prafi terdiri atas Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., selaku ketua, bersama Sri Rahmawati, Imeldawati Tambunan, Anggun Anggifosari, Surma Elisa Manihuruk, dan Widyasari Yuni Agustin.

Pendampingan secara bertahap membuat kader lebih berani mencoba teknologi. Praktik menggunakan produk sendiri juga membantu mereka memahami materi dan menerapkannya secara langsung.

“Awalnya kami bingung bagaimana membuat foto produk terlihat menarik dan menulis promosinya. Setelah didampingi pelan-pelan, kami mulai bisa mencoba foto dan video dengan bantuan AI, lalu membagikannya di media sosial. Rasanya senang melihat produk buatan sendiri bisa ditampilkan lebih menarik,” tutur salah seorang kader.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). SDGs 4 melalui peningkatan akses pembelajaran keterampilan digital, SDGs 5 melalui penguatan kapasitas dan peran ekonomi perempuan, serta SDGs 8 melalui pengembangan pemasaran usaha masyarakat. Kolaborasi perguruan tinggi, Tim Patriot, media, dan masyarakat juga sejalan dengan SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Melalui pelatihan ini, kader SMART Posyandu Prafi diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan foto dan video promosi yang menarik, tetapi juga membangun kebiasaan pemasaran digital secara konsisten. Dengan keterampilan tersebut, produk lokal Prafi diharapkan semakin dikenal luas dan memiliki peluang pasar yang lebih besar.

Sumber: Rilis TEP 3 UNAIR

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow