Sajikan Lebih dari 100 Lagu Berbahasa Daerah, Papua Reggae Festival ke-11 Pecahkan Rekor MURI

Oct 18, 2026 - 17:26
 3
Sajikan Lebih dari 100 Lagu Berbahasa Daerah, Papua Reggae Festival ke-11 Pecahkan Rekor MURI
Papua Reggae ke 11 terima penghargaan MURI

NABIRE - Papua Reggae Festival ke-11 di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, mencatatkan sejarah dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Festival ini berhasil menghadirkan lebih dari 100 lagu reggae yang dibawakan dalam beragam bahasa daerah di Tanah Papua.

Ketua Panitia, Ema Kristina Dogomo, S.H., menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan festival tersebut. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah hingga para musisi yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurut Ema, pencapaian rekor MURI ini merupakan hasil kerja keras bersama sekaligus bukti potensi besar generasi muda Papua dalam mengembangkan musik dan melestarikan kekayaan budaya daerah melalui kreativitas.

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, bersama jajaran pemerintah daerah turut mengapresiasi pencapaian tersebut. Festival ini dinilai menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan kemampuan, sekaligus menyampaikan pesan perdamaian dan mendorong gaya hidup positif melalui musik reggae.

Keunikan Papua Reggae Festival terletak pada keberagaman bahasa dan latar belakang budaya yang ditampilkan. Berbagai lagu dalam bahasa daerah dari wilayah Sorong hingga Merauke menjadi bagian dari perhelatan tersebut, memperlihatkan kekayaan identitas masyarakat Papua yang disatukan melalui musik.

Perwakilan MURI, Lutfi Syah Pradana, mengukuhkan rekor pertunjukan musik dengan jumlah lagu reggae terbanyak di Indonesia setelah melakukan verifikasi selama dua hari. Piagam penghargaan kemudian diserahkan kepada komunitas penyelenggara, Rasta Kribo Papua, serta Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Festival ini berlangsung aman dan dimeriahkan sekitar 34 grup musisi dari berbagai wilayah di Tanah Papua. Selain pertunjukan musik, rangkaian acara juga ditutup dengan penyerahan lukisan karya seniman lokal Anandame, yakni Vitalis Go dan Yosias Smote, kepada jajaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Pemerintah berharap Papua Reggae Festival dapat terus berlanjut dan berkembang hingga menjangkau panggung internasional. Lebih dari sekadar pertunjukan musik, festival ini diharapkan menjadi wadah pelestarian bahasa daerah, penguatan identitas budaya, serta penyebaran pesan perdamaian dari Tanah Papua.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow