UGM, RMIT, dan UNIPA Siapkan PLTS untuk Dukung Usaha Perikanan Kampung Yende

Oct 21, 2026 - 14:52
 6
UGM, RMIT, dan UNIPA Siapkan PLTS untuk Dukung Usaha Perikanan Kampung Yende
Focus Group Discussion (FGD) dan workshop Program Riset KONEKSI

MANOKWARI - Universitas Gadjah Mada (UGM), RMIT University, dan Universitas Papua (UNIPA) menyiapkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berbasis microgrid untuk mendukung usaha perikanan masyarakat Kampung Yende, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Rencana tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) dan workshop Program Riset KONEKSI yang digelar di Mansinam Beach Resort Hotel, Manokwari, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan akses energi terbarukan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Papua Barat.

Salah satu luaran yang direncanakan dari riset tersebut adalah pembangunan PLTS di Kampung Yende. Energi listrik yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk mengoperasikan mesin pembuat es guna mendukung penyimpanan dan penanganan hasil tangkapan ikan.

Kampung Yende dinilai memiliki potensi sumber daya perikanan yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghidupan masyarakat. Ketersediaan listrik untuk mendukung produksi es diharapkan membantu masyarakat menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha perikanan.

Dalam pembahasan studi kasus Kampung Yende, perwakilan peneliti UNIPA, Dr. Ir. Elias Kondorura Bawan, S.T., M.Eng., bersama Antonius D. Palintin, S.T., M.Sc., memaparkan kondisi serta kebutuhan energi masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Alberth Manauw, anggota Dewan Kabupaten Teluk Wondama, serta sejumlah pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, sektor energi, dan dunia usaha.

Selain membahas aspek teknis pengembangan microgrid, riset ini juga menekankan pentingnya kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial atau Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI).

Melalui pendekatan tersebut, perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat lainnya diharapkan dapat terlibat dalam proses perencanaan serta memperoleh manfaat dari pemanfaatan energi terbarukan dan pengembangan kegiatan ekonomi di kampung.

Sejumlah instansi yang dilibatkan dalam forum ini antara lain Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIPA, Pusat Studi Gender dan Anak UNIPA, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua Barat, Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, serta PT PLN UIW Papua dan Papua Barat.

Turut diundang PT PLN UP3 Manokwari, PT Nusa Daya Papua Barat, dosen Jurusan Teknik Elektro, PT Indonesia Power Manokwari, UP2K Papua Barat, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Papua Barat, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Papua Barat.

Dalam workshop tersebut, Prof. Dr. Eng. Ir. F. Danang Wijaya dari UGM memperkenalkan proyek KONEKSI sekaligus membagikan pembelajaran dari proyek-proyek yang telah berjalan. Sementara itu, Dr. Inam Nutkani dari RMIT University memaparkan perbandingan penerapan microgrid untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di sejumlah lokasi di luar Indonesia.

Riset ini mengusung tema “Roadmap and Community mGrid for Bridging the Energy and Business Access Gap in Papua Island: Data-Driven Needs Assessment, Optimal Design, and Scaled Prototype Implementation.”

Program tersebut didukung Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Pemerintah Australia (DFAT), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui KONEKSI, platform kemitraan pengetahuan Australia–Indonesia.

Selain merancang pengembangan microgrid komunitas di Kampung Yende, riset ini menargetkan penyusunan peta jalan pengembangan microgrid energi terbarukan di Papua Barat.

Masukan peserta dan hasil konsultasi dengan para pemangku kepentingan akan menjadi bahan untuk memperdalam penyusunan peta jalan, menentukan kebutuhan desain PLTS dan mesin pembuat es, serta merancang sistem pengelolaan dan layanan yang inklusif bagi masyarakat Kampung Yende.

Rilis: Humas UNIPA

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow