Kenapa Manokwari Kembali Diselimuti Kabut Asap? Ini Sumbernya!

Oct 1, 2026 - 18:54
Oct 1, 2026 - 19:32
 862
Kenapa Manokwari Kembali Diselimuti Kabut Asap? Ini Sumbernya!
Ketua Tim Satgas Karlutla Papua Barat Naftali Simon Mandacan Bersama Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdaslop) Memantau (Red)

MANOKWARI - Kabupaten Manokwari dan sejumlah wilayah di Papua Barat kembali diselimuti kabut asap pekat pada Kamis (1/10/2026) pagi. Kondisi tersebut diduga merupakan dampak sebaran asap dari wilayah Papua Selatan yang terbawa angin hingga ke wilayah Papua Barat.

Pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Papua Barat berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya pergerakan asap tebal dari arah barat menuju utara. Pergerakan tersebut didorong tiupan angin dari arah timur hingga tenggara.

Berdasarkan citra sebaran asap wilayah Indonesia yang dirilis BMKG Pusat pada 1 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, dengan citra satelit Himawari-9 pada pukul 03.00 UTC, terlihat sebaran asap yang cukup luas di wilayah Papua.

Papua Selatan tercatat berada di peringkat pertama nasional dengan 2.658 titik api, sedangkan Papua Barat berada di posisi keempat dengan 1.294 titik api. Tingginya jumlah titik api tersebut turut memicu pergerakan asap lintas wilayah.

Pada tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Merauke di Papua Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik api terbanyak, yakni mencapai 2.349 titik. Sementara Kabupaten Fakfak di Papua Barat tercatat memiliki 659 titik api dan masuk dalam tiga besar nasional.

"Dengan adanya sebaran titik api di Papua yang sangat tinggi, khususnya di Papua Selatan, hal ini menjadi salah satu faktor utama terjadinya kabut asap yang terbawa angin hingga ke Manokwari dan kabupaten lainnya di Papua Barat," demikian keterangan yang disampaikan berdasarkan hasil pemantauan Pusdalops Papua Barat.

Plt Kepala BPBD Papua Barat sekaligus Ketua Tim Satgas Karhutla Papua Barat, Naftali Simon Mandacan, bersama petugas Pusdalops terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan sebaran asap tersebut.

Sejumlah wilayah yang turut terdampak kepungan asap di antaranya Manokwari, Kaimana, Fakfak hingga Teluk Bintuni.

Kondisi kabut asap tersebut sempat menyebabkan penurunan jarak pandang. Situasi ini juga menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu aktivitas transportasi udara serta berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Kepala Burung Papua.

Meski demikian, berdasarkan analisis dan prakiraan BMKG yang diterima Pusdalops Papua Barat, kualitas udara di Manokwari dan wilayah sekitarnya hingga saat ini masih berada dalam kategori sedang.

Masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. BMKG bersama Pusdalops Papua Barat mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan sebagai langkah perlindungan terhadap saluran pernapasan.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow