TEP-19 UI Soroti Tantangan Layanan Kesehatan, Bupati Dorong Keberlanjutan Program

Oct 22, 2026 - 10:12
 4
TEP-19 UI Soroti Tantangan Layanan Kesehatan, Bupati Dorong Keberlanjutan Program
Koordinasi TEP 19 UI bersama Bupati Teluk Wondama

TELUK WONDAMA - Keterbatasan tenaga dokter, belum optimalnya koordinasi lintas sektor, hingga akses listrik menjadi tantangan dalam penguatan pelayanan kesehatan di Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Persoalan tersebut disoroti Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Tim-19 Universitas Indonesia (UI), dr. Trevino Aristarkus Pakasi, FS, MS, Sp.KKLP, PhD, dalam audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama.

Salah satu perhatian utama adalah belum adanya dokter definitif di Rumah Sakit Pratama Nikiwar (RSPN), yang menjadi fasilitas kesehatan penting bagi masyarakat setempat. Kehadiran dokter sangat diharapkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Kampung Werianggi dan Tamoge.

Selain ketersediaan tenaga medis, dr. Trevino menilai penguatan tata kelola pelayanan kesehatan perlu dilakukan mulai dari tingkat masyarakat hingga pemerintah daerah. Koordinasi antara Puskesmas dan pemerintah setempat perlu diaktifkan kembali, mengingat kegiatan lintas sektor disebut tidak berjalan selama satu tahun terakhir.

Koordinasi berjenjang dari Dinas Kesehatan hingga Puskesmas serta keterbatasan akses listrik selama 24 jam juga menjadi perhatian dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, dr. Trevino mengusulkan penempatan dokter internship di Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur. Ia juga mendorong pemanfaatan kawasan hutan sebagai pusat pendidikan yang dapat menarik mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), sekaligus membuka peluang kolaborasi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kawasan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri, S.E., M.M., menekankan pentingnya keberlanjutan program serta sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menurutnya, pengembangan Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, kondisi geografis, serta potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia.

Bupati juga menyoroti kebutuhan jaringan listrik dan kolaborasi lintas sektor sebagai bagian penting dari pembangunan kawasan. Ia mendorong agar kegiatan setiap tim Ekspedisi Patriot tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi menghasilkan nilai tambah dan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Dalam bidang kesehatan, Elysa Auri menyatakan dukungan terhadap program Kader Komunitas Penggerak (KKP) dan pemanfaatan instrumen digital berbasis hybrid yang mampu menyimpan data secara luring atau tanpa koneksi internet.

Instrumen tersebut dikembangkan untuk mendukung pencatatan kunjungan, pemetaan masalah kesehatan, dan tindak lanjut pelayanan masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan konektivitas.

Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai sejalan dengan arah program Ketuk Pintu Sayang Mama, yang direncanakan menjadi salah satu program utama Kabupaten Teluk Wondama pada 2027.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama, dr. Alberth Selemari Kapitarauw, Sp.B., FINACS, turut menyoroti persoalan anemia pada ibu hamil serta faktor sosial budaya yang memengaruhi kesehatan perempuan selama masa kehamilan hingga nifas.

Berbagai masukan dalam audiensi tersebut menjadi catatan penting bagi penguatan pelayanan kesehatan di kawasan transmigrasi. Persoalan ketersediaan dokter, koordinasi pelayanan, infrastruktur dasar, hingga pemberdayaan masyarakat membutuhkan penanganan terpadu dan tindak lanjut dari pihak terkait.

Bagi TEP-19 UI, audiensi ini menjadi bagian dari upaya menyusun rekomendasi berdasarkan kebutuhan masyarakat Werianggi-Werabur, sekaligus mendorong agar program dan inovasi yang telah dikembangkan dapat terus dimanfaatkan setelah masa ekspedisi berakhir.

Sumber: Rilis TEP 19 UI

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow