Seragam Baru, Semangat Menyala: Kader SMART Posyandu Prafi Siap Mandiri

Oct 23, 2026 - 15:44
 5
Seragam Baru, Semangat Menyala: Kader SMART Posyandu Prafi Siap Mandiri
10 kader posyandu Prafi terima seragam baru sebagai bentuk semangat mandiri (Red)

MANOKWARI - Semangat kader SMART Posyandu di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, semakin menguat. Kedatangan pakaian dinas harian (PDH) yang dipesan menggunakan dana mandiri para kader menjadi simbol kekompakan sekaligus tekad untuk melanjutkan program pemberdayaan secara mandiri setelah masa pendampingan berakhir.

Semangat tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi Tim SMART Posyandu bersama 10 kader perwakilan kelompok pada Kamis (22/10/2026) di Prafi. Pertemuan yang dipimpin Ketua Tim, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., itu membahas teknis pelatihan, pendampingan lanjutan, serta persiapan keberlanjutan program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi–Universitas Airlangga (Kementrans–UNAIR).

Bagi para kader, seragam yang didatangkan dari Surabaya itu bukan sekadar pakaian kerja. Seragam tersebut menjadi wujud rasa memiliki terhadap program, memperkuat kebersamaan, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan kegiatan kelompok.

“Terima kasih banyak sudah berkenan membantu mendesainkan baju kami. Senang sekali akhirnya seragamnya sampai di Prafi. Kami jadi makin semangat dan merasa makin kompak untuk menjalankan program ini bersama-sama,” ungkap Winarsih.

Rapat koordinasi tersebut diikuti seluruh anggota Tim SMART Posyandu, yakni Dr. Muthmainnah selaku ketua bersama Sri Rahmawati, Imeldawati Tambunan, Anggun Anggifosari, Surma Elisa Manihuruk, dan Widyasari Yuni Agustin.

Dalam pertemuan itu, tim bersama perwakilan kader memetakan kebutuhan pendampingan, kesiapan peserta, dan teknis pelaksanaan kegiatan agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Agenda lanjutan mencakup pelatihan dan pendampingan pembuatan camilan sehat berbahan sayur, buah, dan ikan, pemasaran digital, kerajinan tangan, kegiatan edutainment melalui pengenalan penggunaan drone, serta diseminasi produk kader.

Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan kader dalam mengolah bahan pangan menjadi produk bernilai tambah, mengembangkan kreativitas, dan memperluas pemasaran hasil produksi kelompok.

Pendampingan juga akan dilakukan melalui kunjungan langsung ke rumah kader. Dengan pola ini, tim dapat mendampingi proses produksi sekaligus membantu mengatasi kendala yang dihadapi, mulai dari praktik memasak hingga pembuatan materi promosi dan pengenalan produk melalui marketplace.

“Mulai besok, Jumat, silakan mampir ke rumah kami, ya. Kami ingin didampingi saat memasak, lalu diajari juga cara memasarkan produk lewat HP dan memasukkannya ke marketplace. Kalau praktik bersama, kami bisa langsung bertanya kalau belum paham. Kami tunggu adik-adik tim dan Bu Ketua,” tutur Sulikha.

Ketua Tim SMART Posyandu, Dr. Muthmainnah, menegaskan bahwa sisa waktu pendampingan harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan kader agar mampu meneruskan kegiatan secara mandiri.

Tim dijadwalkan kembali pada rentang 24–27 November 2026. Karena itu, tahap terminasi perlu dipersiapkan bersama untuk memastikan keterampilan, kerja sama, dan aktivitas kelompok yang telah dibangun tetap berjalan setelah pendampingan berakhir.

“Pada 24–27 November nanti, kami harus kembali. Karena itu, waktu yang masih ada ini perlu kita manfaatkan untuk menyiapkan keberlanjutan program. Tahap terminasi adalah masa untuk memastikan Ibu-Ibu semakin siap melanjutkan kegiatan secara mandiri. Mari kita jaga kekompakan, saling berbagi tugas, dan terus berlatih supaya kegiatan yang sudah dirintis dapat tetap berjalan,” jelas Muthmainnah.

Ia juga mendorong setiap kelompok membangun kebiasaan saling membantu, mendokumentasikan kegiatan dan penjualan, serta berbagi keterampilan dengan anggota lainnya. Langkah tersebut diharapkan membuat kemampuan kelompok berkembang secara merata dan tidak bergantung pada satu orang saja.

Antusiasme kader untuk terus belajar turut terlihat dari pengalaman mereka selama mengikuti pendampingan. Lail mengaku kesabaran tim dalam membimbing dan memberi kesempatan untuk mencoba menjadi motivasi bagi kader untuk mengembangkan kemampuan baru.

“Terima kasih banyak kepada Tim Patriot Kementrans–UNAIR yang sudah sabar mendampingi kami. Kami diajak mencoba, belajar membuat produk, dan mencari cara supaya hasilnya lebih menarik. Yang tadinya kami belum berani, sekarang mulai mau mencoba. Semoga kami bisa terus belajar dan meneruskan kegiatan ini bersama teman-teman,” ujar Lail.

Program SMART Posyandu ini juga sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan keterampilan pengolahan pangan dan edukasi masyarakat mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, sedangkan pelatihan berbasis praktik berkaitan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Pemberdayaan kader perempuan turut mendukung SDG 5 tentang Kesetaraan Gender melalui perluasan ruang partisipasi dan penguatan kemandirian perempuan. Sementara itu, pengembangan produk, kerajinan tangan, dan pemasaran digital sejalan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Kolaborasi antara kader, perguruan tinggi, dan pemerintah juga mencerminkan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui koordinasi dan pendampingan lanjutan, Tim SMART Posyandu berharap para kader semakin siap mengembangkan kegiatan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Seragam baru yang dibeli dengan dana mandiri menjadi gambaran bahwa semangat keberlanjutan mulai tumbuh dari dalam kelompok itu sendiri. Dengan kekompakan, kemauan untuk terus belajar, dan pembagian peran yang baik, para kader Prafi diharapkan mampu menjaga program tetap berjalan meski masa penugasan Tim Ekspedisi Patriot Kementrans–UNAIR telah berakhir.

Rilis: TEP 3 Unair

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow