KNPI Papua Barat Ajak Pemuda Tak Sekadar Jadi Penonton, Bersatu Songsong Indonesia Emas 2045
MANOKWARI - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah dan nasional, serta tidak hanya menjadi penonton di tengah berbagai persoalan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua KNPI Papua Barat, Sammy D.J. Saiba, dalam kegiatan Syukuran dan Talk Show Kepemudaan bertema Refleksi Kesiapan Daya Saing Pemuda Papua Barat Menyambut Indonesia Emas 2045, yang berlangsung di Aston Niu Hotel Manokwari, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan 53 Tahun KNPI ini melibatkan berbagai organisasi kepemudaan (OKP), organisasi mahasiswa, serta pelajar sekolah menengah atas di Kabupaten Manokwari.
Sammy menegaskan, KNPI tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan yang bersifat seremonial. Organisasi kepemudaan harus mampu menyuarakan persoalan masyarakat, memperjuangkan kepentingan generasi muda, sekaligus memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan.
Menurutnya, ruang untuk menyampaikan aspirasi kini semakin terbuka seiring perkembangan teknologi. Karena itu, pemuda harus memanfaatkan berbagai saluran komunikasi untuk menyuarakan kebenaran dan memberikan kontribusi positif bagi perubahan.
"Kalau kita tidak bisa bersuara di depan secara langsung, suarakanlah melalui sisi yang lain. Sekarang teknologi sudah cukup canggih. Yang penting, apa yang kita suarakan benar-benar untuk memberikan kontribusi bagi negara agar berubah menuju masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah untuk bekerja, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, Sammy berharap seluruh organisasi kepemudaan, organisasi mahasiswa, hingga OSIS dapat membangun wadah organisasi yang solid, inklusif, kritis, dan produktif.
"Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan kehilangan persaudaraan," tegasnya.
Dalam refleksinya, Sammy turut mengingatkan kembali sejarah panjang perjuangan masyarakat dalam melahirkan Provinsi Papua Barat. Menurutnya, generasi muda dan tokoh-tokoh pemuda menjadi salah satu komponen yang turut mengambil bagian dalam perjuangan tersebut.
Karena itu, pemuda Papua Barat saat ini memiliki tanggung jawab sejarah untuk melanjutkan perjuangan melalui kontribusi nyata, mendorong pembangunan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pemuda bukan penonton. Pemuda tidak sekadar berjalan di atas kertas yang kosong. Kita sudah menorehkan catatan sejak 1928, bahkan sebelum itu. Kalau hari ini pemuda diam, tidak bergerak dan tidak menyampaikan kebenaran, maka kita hanya akan menjadi penonton dan tidak akan mencapai Indonesia Emas 2045," katanya.
Sammy juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kepemimpinan dan regenerasi organisasi. Ia menyebut estafet kepemimpinan KNPI Papua Barat harus terus dilanjutkan oleh generasi muda berikutnya.
Ia mengungkapkan, kepemimpinan KNPI Papua Barat telah melewati sejumlah periode, mulai dari Herus Indou sebagai ketua DPD pertama, kemudian dilanjutkan Fransius, hingga kepemimpinannya saat ini.
Menurut Sammy, proses regenerasi tersebut harus dibarengi komitmen menjaga keutuhan organisasi. Ia mengingatkan agar KNPI Papua Barat tidak terpecah menjadi kelompok-kelompok kecil seperti yang terjadi di tingkat pusat.
"Jangan pecah KNPI ini. Jangan pecah KNPI menjadi bagian-bagian terkecil di Provinsi Papua Barat. Karena sekali terpecah, sangat susah untuk menyatukan kembali. Jagalah KNPI dan organisasi yang kalian pimpin. Jangan ada keretakan," pesannya.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat yang diwakili Plt. Asisten II Setda Papua Barat, Derek Ampnir, menyampaikan bahwa pembangunan kepemudaan harus diarahkan pada sejumlah agenda penting, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kapasitas generasi muda, kewirausahaan dan kemandirian ekonomi, hingga kepemimpinan serta integritas.
Ia juga menekankan pentingnya membangun karakter pemuda yang menolak kekerasan dan penyalahgunaan narkoba, sekaligus meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan secara konstruktif dan berbasis data.
Menurut Derek, persatuan dan kesatuan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
"Inti dari semua ini adalah persatuan dan kesatuan. Kita harus bersatu. Dengan bersatu, kita dapat menyejahterakan masyarakat," ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi dan refleksi semata, tetapi mampu menghasilkan peta kebutuhan pemuda berbasis data serta komunikasi program kolaboratif yang terintegrasi dan memiliki arah pelaksanaan yang jelas ke depan.
Derek juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua KNPI Papua Barat beserta seluruh jajaran dan pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, KNPI Papua Barat diharapkan menjadi ruang konsolidasi dan regenerasi yang mampu mempertemukan gagasan, aspirasi, serta gerakan nyata generasi muda dalam mempersiapkan diri menyambut Indonesia Emas 2045.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?