Jelang Penarikan November, TEP Kementrans UNAIR Pastikan SMART Posyandu Prafi Tetap Berjalan
MANOKWARI - Menjelang berakhirnya masa penugasan pada November 2026, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi–Universitas Airlangga (UNAIR) mulai memperkuat strategi keberlanjutan program SMART Kader Posyandu Prafi.
Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Sekretaris Distrik Prafi dan Kepala Puskesmas Prafi, Ferdinan E. Woof, S.KM. Pertemuan ini membahas perkembangan luaran program sekaligus mempersiapkan kader agar mampu melanjutkan berbagai kegiatan secara mandiri setelah tim menyelesaikan penugasan di lapangan.
Ketua TEP, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., mengatakan persiapan penarikan tim harus diikuti dengan penguatan kapasitas kader dan pembagian tanggung jawab yang jelas.
Menurutnya, waktu yang tersisa hingga November perlu dimanfaatkan untuk memastikan seluruh kegiatan, mulai dari pelayanan Posyandu hingga pengembangan usaha pangan lokal, memiliki pengelola dan rencana tindak lanjut.
“November nanti kami sudah memasuki persiapan penarikan. Jadi, waktu yang masih ada ini ingin kami manfaatkan sebaik-baiknya. Kami berharap kader semakin siap mengelola kegiatan, alat, dan usaha bersama. Setelah kami kembali, komunikasi tetap berjalan, tetapi penggerak utamanya adalah ibu-ibu kader dengan dukungan distrik dan Puskesmas,” ujar Muthmainnah.
Ia menjelaskan, sejumlah luaran program telah dikembangkan, meliputi pendataan dan asesmen kader, pendampingan pelayanan Posyandu, pemanfaatan perangkat pendukung, hingga peningkatan keterampilan mengolah produk berbahan pangan lokal.
Pendampingan juga mencakup pengemasan dan pelabelan produk, pengurusan legalitas usaha dan perizinan produk, penyusunan katalog, pembuatan konten promosi, serta pemasaran digital.
Namun, menurut Muthmainnah, keberhasilan program tidak hanya diukur dari luaran yang telah dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan kader mempertahankan dan mengembangkan kegiatan tersebut.
Kader diharapkan mulai membangun pola kerja yang tertib, menjaga kualitas produk, mencatat pemasukan dan pengeluaran, membagi tugas produksi, serta mengelola pesanan secara terorganisasi.
“Yang kami harapkan, hasil pelatihan ini benar-benar dipakai. Kalau ada pesanan, sudah jelas siapa yang menerima, siapa yang membuat, dan siapa yang mencatat uangnya. Begitu juga dengan alat, harus ada yang bertanggung jawab merawat. Kita mulai dari hal-hal sederhana, tetapi dilakukan bersama dan terus-menerus,” tuturnya.
Dukungan pemerintah distrik juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Sekretaris Distrik Prafi menekankan pentingnya kekompakan kader serta kejelasan pembagian tugas agar kegiatan yang telah dirintis tidak berhenti setelah tim kembali.
Pemerintah distrik diharapkan dapat membantu menghubungkan kader dengan pemerintah kampung maupun berbagai pihak yang berpotensi mendukung pengembangan kegiatan SMART Posyandu.
“Sayang kalau kegiatan yang sudah dirintis ini berhenti setelah tim pulang. Mari kita rapikan pembagian tugasnya, siapa yang mengoordinasikan dan bagaimana komunikasinya. Kalau ada kendala, sampaikan supaya bisa kita bicarakan bersama. Kami berharap kader tetap kompak dan terus bergerak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Prafi, Ferdinan E. Woof, S.KM., berharap peningkatan keterampilan kader dapat memberikan dampak langsung terhadap penguatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan, kader memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, penggunaan perangkat pendukung, pencatatan hasil pelayanan, edukasi kesehatan, hingga tindak lanjut warga yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut harus tetap dikoordinasikan dengan tenaga kesehatan.
“Kader ini dekat sekali dengan masyarakat. Kami berharap setelah mendapat pendampingan, ibu-ibu semakin percaya diri membantu pelayanan dan menyampaikan pesan kesehatan. Kalau ada hasil pemeriksaan atau keluhan warga yang perlu ditindaklanjuti, segera koordinasikan dengan petugas Puskesmas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan program ini, Muthmainnah didukung anggota TEP, yakni Sri Rahmawati, S.Psi., M.Si.; Surma Elisa Manihuruk, S.KM., M.Kes.; Imeldawati Tambunan, S.KM.; Widyasari Yuni Agustin, S.T.; dan Anggun Anggifosari, S.I.Kom.
Tim telah mendampingi kader melalui tahapan pemetaan kebutuhan, pelatihan, praktik keterampilan, hingga penyiapan berbagai luaran dan strategi keberlanjutan program.
Penguatan SMART Posyandu Prafi juga berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas kader dan pelayanan Posyandu.
Program ini turut mendukung SDG 5 tentang Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan perempuan, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan usaha berbasis pangan lokal, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah distrik, Puskesmas, dan masyarakat.
Menutup koordinasi, Muthmainnah berharap masa persiapan penarikan tim dapat menjadi momentum untuk memastikan setiap kegiatan memiliki penanggung jawab serta rencana tindak lanjut yang konkret.
Ia menilai, keberlanjutan SMART Posyandu tidak hanya bergantung pada keterampilan yang telah diperoleh kader, tetapi juga pada kekompakan, dukungan mitra lokal, dan terbukanya peluang pemasaran bagi produk usaha bersama.
“Kami tentu senang melihat produk dan keterampilan kader berkembang. Namun, harapan terbesar kami adalah ibu-ibu tetap saling mendukung dan kegiatan ini terus hidup. Kalau nanti ada rapat atau kegiatan yang membutuhkan konsumsi, semoga produk SMART Posyandu Prafi bisa menjadi pilihan. Dengan begitu, keterampilan kader mendapat tempat dan usaha bersama punya kesempatan untuk tumbuh,” pungkasnya.
Sumber: Rilis TEP-3 Unair
What's Your Reaction?