Kadis Koperasi dan UKM Manokwari Bekali Kader SMART Posyandu Prafi Strategi Kembangkan Usaha

Oct 29, 2026 - 13:21
 5
Kadis Koperasi dan UKM Manokwari Bekali Kader SMART Posyandu Prafi Strategi Kembangkan Usaha
Paparan dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Manokwari

MANOKWARI - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Manokwari, Herman Yohanis Rona, S.Pt., M.Ling., membekali kader SMART Posyandu Prafi dengan strategi mengembangkan usaha agar produk pangan olahan mereka semakin berdaya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Melalui materi bertajuk Strategi Pengembangan dan Penguatan Daya Saing UMKM, Herman memperkenalkan lima aspek penting dalam membangun usaha, yakni inovasi dan standardisasi rasa, kebersihan serta legalitas produk, layanan pesan-antar, pemasaran digital, serta pengelolaan persediaan dan keuangan.

Pendampingan ini menjadi langkah lanjutan dalam pengembangan usaha pangan kader SMART Posyandu Prafi setelah sejumlah produk mereka memperoleh izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikat halal.

Produk yang dihasilkan meliputi keripik bayam, cistik labu, keripik keladi, keripik pisang original, keripik pisang cokelat, keripik singkong, dan sale pisang. Legalitas tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.

Dalam materinya, Herman menekankan pentingnya standardisasi resep melalui panduan tertulis atau standar operasional prosedur (SOP). Langkah ini diperlukan agar kualitas dan cita rasa produk tetap konsisten, meskipun dibuat pada waktu berbeda atau oleh anggota kelompok yang berbeda.

“Buat lembar panduan resep agar rasa makanan tidak berubah-ubah, siapa pun yang memasaknya,” demikian pesan dalam materi Herman.

Selain menjaga konsistensi rasa, kader didorong mengembangkan variasi produk berdasarkan kebutuhan pasar. Inovasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi pangan lokal menjadi produk yang menarik, tanpa mengabaikan kemampuan produksi dan standar kualitas.

Aspek kebersihan juga menjadi perhatian utama. Pemilihan bahan baku berkualitas, penyimpanan yang tepat, serta penerapan sanitasi dapur perlu menjadi kebiasaan dalam proses produksi. Legalitas usaha dan produk harus diikuti praktik pengolahan yang tertib agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.

Untuk meningkatkan penjualan, kader diperkenalkan pada peluang layanan pesan-antar melalui berbagai saluran pemasaran. Kemasan yang kuat dan sesuai dengan karakter produk juga diperlukan untuk menjaga makanan tetap aman selama pengiriman.

Kader turut didorong menawarkan paket gabungan produk untuk memenuhi kebutuhan keluarga, rapat, pelatihan, pertemuan kampung, maupun kegiatan organisasi.

Pada aspek pemasaran digital, penataan makanan dan kualitas foto produk menjadi hal yang perlu diperhatikan. Video pendek mengenai proses pembuatan produk dapat dimanfaatkan sebagai bahan promosi, sedangkan pertanyaan dan ulasan pelanggan perlu ditanggapi secara cepat dan profesional.

Herman juga menekankan pentingnya pengelolaan stok menggunakan prinsip first in, first out (FIFO), yakni bahan yang masuk lebih dahulu digunakan lebih dahulu. Selain itu, pelaku usaha perlu menyiapkan alternatif pemasok, melakukan pencatatan keuangan secara teratur, serta memisahkan uang usaha dari uang pribadi.

Ketua Tim SMART Posyandu Prafi, Bu Lail, berharap pengetahuan tersebut membantu kelompoknya mengelola usaha secara lebih profesional dan siap memenuhi pesanan konsumen.

“Kami bersyukur produk kader sudah berkembang dan mendapat pendampingan. Sekarang kami ingin semakin tertib menjaga rasa, menghitung kebutuhan bahan, dan melayani pembeli. Kalau ada rapat atau kegiatan yang membutuhkan konsumsi, kami berharap masyarakat dan berbagai instansi dapat memesan kepada SMART Posyandu Prafi,” ungkapnya.

Menurut Bu Lail, pesanan yang berkelanjutan tidak hanya membuka peluang pendapatan tambahan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada kader untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan usaha.

“Bagi kami, setiap pesanan bukan hanya penjualan, tetapi juga kepercayaan. Kepercayaan itu ingin kami jaga dengan produk yang baik, pelayanan yang ramah, dan pesanan yang disiapkan tepat waktu,” lanjutnya.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi–Universitas Airlangga, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., mengatakan pendampingan tersebut diarahkan untuk menghubungkan kemampuan produksi kader dengan kebutuhan pasar.

“Kader sudah belajar mengolah produk, menyiapkan kemasan, mengurus legalitas, dan membuat promosi. Tahap berikutnya adalah menjaga keberlanjutan usaha. Kami berharap kebutuhan konsumsi rapat, pelatihan, pertemuan kampung, dan kegiatan lainnya dapat menjadi peluang pesanan bagi SMART Posyandu Prafi,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan usaha juga membutuhkan pembagian tugas yang jelas di antara anggota kelompok, mulai dari produksi, penerimaan pesanan, promosi, hingga pencatatan keuangan.

“Usaha bersama membutuhkan kekompakan. Ada yang mengelola produksi, menerima pesanan, mempromosikan produk, dan mencatat keuangan. Harapannya, kader semakin mandiri dan mampu melanjutkan usaha dengan dukungan jejaring yang sudah dibangun,” tambahnya.

Program pendampingan ini turut melibatkan anggota Tim Ekspedisi Patriot, yakni Sri Rahmawati, S.Psi., M.Si.; Surma Elisa Manihuruk, S.KM., M.Kes.; Imeldawati Tambunan, S.KM.; Widyasari Yuni Agustin, S.T.; dan Anggun Anggifosari, S.I.Kom.

Salah satu perwakilan kader mengaku memperoleh pemahaman baru bahwa pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengolah produk, tetapi juga membutuhkan pengelolaan stok, kemasan, promosi, dan keuangan yang baik.

Melalui pendampingan tersebut, kader berharap produk SMART Posyandu Prafi semakin dikenal dan mendapat kesempatan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam berbagai kegiatan masyarakat maupun instansi.

Pengembangan usaha ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan keterampilan dan peluang pendapatan. Penguatan peran ekonomi perempuan juga berkaitan dengan SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, sedangkan pengelolaan bahan baku dan upaya mengurangi makanan terbuang mendukung SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, Tim Ekspedisi Patriot, dan kader turut mencerminkan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui kolaborasi tersebut, usaha pangan SMART Posyandu Prafi diharapkan tumbuh secara berkelanjutan, semakin mandiri, dan mampu menjadikan potensi pangan lokal sebagai sumber penghasilan bagi para kader.

Sumber: Rilis TEP-3 UNAIR

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow