Disnakertrans Dampingi SMART Posyandu Prafi, Perkuat Kader dan Keberlanjutan Usaha

Oct 29, 2026 - 15:23
 7
Disnakertrans Dampingi SMART Posyandu Prafi, Perkuat Kader dan Keberlanjutan Usaha
Pendampingan kader smart posyandu oleh dinas transmigrasi dan koperasi (red)

MANOKWARI - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Manokwari memperkuat kapasitas kader dan keberlanjutan usaha SMART Posyandu Prafi melalui pelatihan dan pendampingan di Aula Posyandu SP3, Prafi, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat di kawasan transmigrasi melalui penguatan pelayanan kesehatan keluarga, peningkatan kapasitas kader, dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Kepala Bidang Perencanaan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Manokwari, Ayub Adolof Wamfama, S.E., dalam materinya menekankan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan keluarga, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai penghubung antara keluarga, masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah kampung. Karena itu, penguatan kader tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi harus disertai dukungan kelembagaan, koordinasi lintas sektor, penyediaan sarana, dan pendampingan berkelanjutan.

Ayub juga memperkenalkan lima pilar penguatan kader, yakni peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan, penyediaan sarana, kemitraan, dan apresiasi terhadap kontribusi kader.

Pembagian tugas, penyusunan jadwal kegiatan, serta komunikasi antarlembaga dinilai penting agar dukungan pemerintah dan mitra dapat diterapkan secara nyata. Selain itu, pemetaan kebutuhan kader, pendampingan rutin, forum berbagi pengalaman, dan evaluasi berkala perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan program.

Pemerintah kampung, Puskesmas, perguruan tinggi, komunitas, media, dan dunia usaha diharapkan mengambil peran sesuai kewenangan serta kemampuan masing-masing.

“Kesehatan masyarakat merupakan fondasi bagi keluarga yang produktif dan pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan,” menjadi salah satu pesan utama dalam paparan Ayub.

Sementara itu, Pak Paska yang membawakan materi tentang Keberlanjutan Program Patriot untuk Kader Posyandu dan Penguatan Ekonomi menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan program setelah masa pendampingan berakhir.

Menurutnya, keberlanjutan Posyandu harus dibangun melalui musyawarah, pembagian peran, dan keterlibatan warga dalam merencanakan, melaksanakan, serta mengevaluasi kegiatan.

“Posyandu bukan hanya bangunan dan peralatan, tetapi juga hasil kerja bersama masyarakat. Keberlanjutannya perlu dibangun melalui musyawarah, pembagian peran, serta keterlibatan warga dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan,” demikian pesan dalam paparannya.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat perlu berjalan bersama dengan peningkatan pelayanan kesehatan keluarga, terutama perhatian terhadap kesehatan anak dan pembentukan generasi yang sehat serta produktif.

Untuk mendukung hal tersebut, penyusunan modul pelaksanaan Posyandu berkelanjutan menjadi salah satu rekomendasi. Modul itu diharapkan menjadi panduan bersama mengenai kebutuhan kegiatan, pemanfaatan sarana, pembiayaan, pembagian tanggung jawab, dan mekanisme evaluasi.

Selain memperkuat pelayanan Posyandu, kader SMART Posyandu Prafi terus mengembangkan usaha pangan berbahan lokal sebagai upaya meningkatkan pendapatan keluarga.

Sejumlah produk yang telah dikembangkan meliputi keripik bayam, cistik labu, keripik keladi, keripik pisang original, keripik pisang cokelat, keripik singkong, dan sale pisang. Produk kering tersebut telah memperoleh Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikat halal.

Capaian ini menjadi modal bagi kader untuk memperluas pemasaran, termasuk melalui penyediaan konsumsi untuk rapat, pelatihan, pertemuan kampung, kegiatan organisasi, dan berbagai acara masyarakat.

Ketua Tim SMART Posyandu, Lail, berharap dukungan pemerintah, instansi, organisasi, dan masyarakat dapat membuka lebih banyak peluang pemesanan produk kader secara berkelanjutan.

“Kami sudah belajar membuat produk, menyiapkan kemasan, dan mempromosikannya. Harapan kami, ketika ada rapat atau kegiatan yang membutuhkan konsumsi, produk SMART Posyandu Prafi bisa menjadi pilihan. Setiap pesanan membantu kami terus berproduksi dan menambah pendapatan keluarga,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh kader menjaga kebersamaan, kualitas produk, dan pembagian tugas agar usaha yang telah dirintis dapat berkembang bersama.

“Kami ingin usaha ini maju bersama. Karena itu, kami perlu saling membantu, menjaga kualitas, dan membagi tugas dengan baik. Semoga dukungan yang sudah terbangun terus berlanjut,” tambahnya.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi–Universitas Airlangga, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., menegaskan bahwa kemandirian kader perlu dipersiapkan sejak masa pendampingan masih berlangsung.

Menurutnya, keberlanjutan usaha membutuhkan pembagian peran yang jelas, pencatatan usaha yang tertib, serta jaringan pembeli yang dapat mendukung pemasaran produk secara berkelanjutan.

“Keberlanjutan perlu disiapkan sejak sekarang melalui pembagian peran yang jelas, pencatatan usaha, dan jejaring pembeli. Kami berharap kader mampu melanjutkan kegiatan secara mandiri, sementara mitra tetap memberikan pendampingan sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Muthmainnah juga mendorong instansi pemerintah, penyelenggara kegiatan, dan organisasi masyarakat untuk turut membuka peluang pasar bagi produk kader.

“Memesan konsumsi kepada kader merupakan bentuk dukungan yang langsung menyentuh kegiatan ekonomi mereka. Kami berharap pertemuan di kampung, distrik, instansi, dan organisasi masyarakat dapat menjadi peluang pemasaran produk SMART Posyandu Prafi, sesuai kebutuhan penyelenggara,” lanjutnya.

Pendampingan ini dilaksanakan bersama anggota Tim Ekspedisi Patriot, yakni Sri Rahmawati, S.Psi., M.Si.; Surma Elisa Manihuruk, S.KM., M.Kes.; Imeldawati Tambunan, S.KM.; Widyasari Yuni Agustin, S.T.; dan Anggun Anggifosari, S.I.Kom.

Perwakilan kader lainnya berharap pendampingan dan komunikasi dengan para mitra tetap berjalan agar kader dapat terus mengembangkan keterampilan, menyelesaikan persoalan usaha bersama, serta meningkatkan kualitas produk dan pelayanan Posyandu.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera melalui penguatan pelayanan Posyandu; tujuan kelima tentang kesetaraan gender melalui peningkatan kapasitas dan peran ekonomi perempuan; serta tujuan kedelapan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan usaha kader.

Kolaborasi antara pemerintah, Puskesmas, perguruan tinggi, kader, masyarakat, dan dunia usaha juga mendukung SDGs tujuan ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Melalui penguatan kapasitas kader, pengembangan usaha pangan lokal, dan pembagian peran yang jelas, SMART Posyandu Prafi diharapkan terus berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan kesehatan keluarga dan kemandirian ekonomi di kawasan transmigrasi.

Rilis: TEP 3 UNAIR

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow