Pemprov Papua Barat Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Mendagri Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah

Apr 27, 2026 - 09:02
 17
Pemprov Papua Barat Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30, Mendagri Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Upacara peringatan hari otonomi daerah di Provinsi Papua Barat (Tri Santoso)

MANOKWARI - Pemerintah Provinsi Papua Barat menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 pada 25 April 2026 yang dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Senin (27/04/26).

Upacara tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Papua Barat, Drs. Ali Baham Temongmere, M.Tp., selaku inspektur upacara. Turut hadir Ketua DPR Papua Barat, Ketua MRP, Kasdam XVIII/Kasuari, Kapolda Papua Barat, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Papua Barat.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.” Dalam kesempatan itu, Sekda membacakan amanat Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.

Dalam amanatnya, Mendagri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan nasional dalam kerangka otonomi daerah.

Ia memaparkan enam poin strategis untuk memperkuat pelaksanaan otonomi daerah ke depan. Pertama, integrasi perencanaan dan anggaran guna menghindari tumpang tindih program serta duplikasi pembiayaan antara pusat dan daerah.

Kedua, reformasi birokrasi berbasis hasil (outcomes) melalui digitalisasi terintegrasi dan inovasi dalam pelayanan publik. Ketiga, peningkatan kemandirian fiskal daerah agar tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Keempat, penguatan kolaborasi antar-daerah dalam menangani isu lintas wilayah seperti transportasi, banjir, dan pengelolaan sampah. Kelima, fokus pada peningkatan layanan dasar untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan, kesehatan, dan air bersih, khususnya di daerah tertinggal.

Terakhir, penguatan stabilitas dan ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan seperti krisis ekonomi, ketahanan pangan, dan perubahan iklim.

Selain itu, Mendagri juga mengajak seluruh kepala daerah untuk mengharmonisasikan kebijakan guna mewujudkan swasembada pangan dan energi. Ia turut menyoroti sektor pendidikan dengan meminta pemerintah daerah memastikan kecukupan gizi peserta didik melalui Program Pemberian Makan Bergizi Gratis.

Menutup amanatnya, Tito Karnavian menegaskan pentingnya efisiensi anggaran sesuai arahan Presiden. Pemerintah daerah diminta menyelenggarakan kegiatan secara sederhana, tidak berlebihan secara seremonial, serta menghindari pemborosan yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Otonomi daerah memberikan ruang inovasi, namun pelaksanaannya harus tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow