Harga Pertamax di Papua-Maluku Naik Sampai 4.050 Rupiah

Jun 10, 2026 - 11:07
 21
Harga Pertamax di Papua-Maluku Naik Sampai 4.050 Rupiah
Pertamax naik harga menjadi Rp16.650 diwilayah Papua dan Maluku

PAPUA MALUKU - Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green di wilayah Papua dan Maluku. Kebijakan ini diambil setelah berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator serta melalui mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari tata kelola energi untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, serta kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

Menurutnya, penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green telah melalui proses evaluasi berdasarkan formula harga yang ditetapkan pemerintah. Keputusan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator guna memastikan keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas tetap berjalan optimal di seluruh wilayah.

Pertamina Patra Niaga, lanjut Roberth, berkomitmen menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik melalui jaringan SPBU yang tersebar di berbagai daerah.

“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina,” ujar Roberth.

Sementara itu, Pertamina menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Produk Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter dan BioSolar tetap Rp6.800 per liter sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaan penyaluran BBM bersubsidi, Pertamina menyatakan akan terus menjalankan tugas distribusi bagi masyarakat dengan memastikan ketersediaan stok dan kelancaran layanan di seluruh wilayah Papua dan Maluku.

Area Manager Communication Relations & CSR Papua Maluku, Ispiani Abbas, menyampaikan bahwa harga BBM non-subsidi yang berlaku di seluruh provinsi di Papua dan Maluku per 10 Juni 2026 mengalami penyesuaian untuk produk Pertamax.

Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Turbo (RON 98) tetap berada pada Rp21.200 per liter. Untuk produk Dex Series, harga Dexlite (CN 51) tetap Rp23.500 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp25.350 per liter.

Ispiani menambahkan bahwa harga tersebut berlaku di seluruh provinsi di Papua dan Maluku dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen. Informasi lengkap mengenai harga BBM terbaru dapat diakses melalui kanal resmi Pertamina Patra Niaga dan aplikasi MyPertamina. Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 untuk memperoleh informasi terkait produk dan layanan perusahaan.

Sumber: Rilis Pertamina

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow