Pawai Budaya Papua Barat Digelar 28 Oktober, 168 Paguyuban dan Sanggar Seni Siap Meriahkan Manokwari

Oct 27, 2026 - 13:20
 50
Pawai Budaya Papua Barat Digelar 28 Oktober, 168 Paguyuban dan Sanggar Seni Siap Meriahkan Manokwari
Jafar Werfete, Kepala dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat (Red)

MANOKWARI - Pawai Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Papua Barat yang sempat tertunda akibat cuaca kurang mendukung, dipastikan digelar Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Jafar Werfete, mengatakan pawai budaya tersebut akan dimulai pukul 10.00 WIT, lebih awal dari jadwal sebelumnya yang direncanakan berlangsung pukul 13.00 WIT.

“Informasinya semua peserta sudah siap. Kami sudah menyampaikan informasi sejak satu minggu yang lalu, dan sampai hari ini ada 168 paguyuban, sanggar, serta suku-suku Papua yang menyatakan kesiapan untuk ikut pawai,” ujar Jafar saat diwawancarai, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, pawai budaya semula dijadwalkan pada 8 Oktober 2026, menjelang puncak perayaan HUT ke-27 Provinsi Papua Barat pada 12 Oktober. Namun, kegiatan tersebut terpaksa ditunda karena kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Penundaan itu juga menyesuaikan dengan instruksi Gubernur Papua Barat terkait penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) serta pembatasan kegiatan luar ruangan saat kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Setelah melalui koordinasi dan mempertimbangkan berbagai masukan, pemerintah provinsi menetapkan 28 Oktober sebagai waktu pelaksanaan pawai budaya.

Menurut Jafar, pemilihan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat di Manokwari yang berasal dari beragam latar belakang suku dan budaya.

Pawai tersebut akan melibatkan suku-suku asli Papua, paguyuban Nusantara, serta berbagai sanggar seni yang menampilkan keberagaman budaya Indonesia.

“Pawai kita ini sangat beragam. Dari Sabang sampai Merauke akan terlibat, baik suku-suku Papua maupun suku Nusantara. Momentum 28 Oktober ini kita lihat sebagai kesempatan untuk mengukuhkan kembali kebersamaan dan persatuan seluruh warga Indonesia, terutama yang tinggal di Kota Manokwari,” katanya.

Jafar menyebutkan, jumlah 168 peserta tersebut belum termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Hingga Selasa, pihaknya masih menunggu laporan lengkap mengenai jumlah OPD yang akan berpartisipasi.

Jika seluruh OPD turut ambil bagian, sebanyak 48 OPD berpotensi menambah jumlah peserta pawai budaya tersebut.

Besarnya jumlah peserta menjadi salah satu pertimbangan untuk memajukan waktu pelaksanaan dari pukul 13.00 WIT menjadi pukul 10.00 WIT. Perubahan jadwal dilakukan agar seluruh rangkaian pawai dapat berlangsung lebih efektif dan tidak berakhir hingga malam hari.

“Kalau kita mulai siang, dengan jumlah peserta yang begitu banyak, bisa terlalu malam baru selesai. Karena itu, berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk saran dari peserta, akhirnya waktunya kita majukan menjadi pukul 10.00 pagi,” jelasnya.

Ia menambahkan, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan direncanakan hadir untuk membuka kegiatan tersebut apabila tidak ada agenda lain yang mendesak. Kepastian itu, kata Jafar, berdasarkan informasi terakhir yang diterima dari Biro Administrasi Pimpinan.

Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap pawai budaya ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT daerah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di tengah keberagaman.

Dengan keterlibatan berbagai suku, paguyuban, dan sanggar seni, pawai budaya diharapkan menjadi simbol bahwa Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai penjuru Nusantara.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow