Ini Pesan Gubernur Papua Barat dan DPP untuk Pengurus DPW PPUMI Papua Barat
MANOKWARI - Gubernur Papua Barat melalui Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Barat, Sarce Maidodga, menyampaikan pesan kepada pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Papua Barat periode 2026 - 2031 yang baru dilantik, Sabtu (17/1/2026).
Dalam sambutannya, Sarce Maidodga menegaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar utama perekonomian nasional yang terbukti tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Di Papua Barat, kata dia, perempuan memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kreatif serta pelestari kearifan lokal.
“Pemerintah menyadari bahwa pemberdayaan perempuan merupakan kunci percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, kehadiran PPUMI diharapkan menjadi wadah bagi perempuan pelaku usaha untuk saling bersinergi dan naik kelas,” ujarnya.
Melalui Dinas Koperasi dan UMKM, Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen mendukung berbagai program pemberdayaan perempuan UMKM, di antaranya peningkatan kualitas produk melalui standarisasi dan pengemasan, mendorong digitalisasi ekonomi agar pelaku usaha perempuan masuk ke ekosistem digital dan marketplace, serta memfasilitasi akses permodalan melalui kerja sama dengan lembaga keuangan.
Ia berharap pengurus DPW PPUMI Papua Barat yang baru segera menyusun program kerja yang konkret dan menyentuh langsung hingga ke tingkat akar rumput.
“Mari kita jadikan Papua Barat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, di mana perempuan berdaya dan UMKM berjaya. Kepada Ketua dan seluruh jajaran pengurus, selamat bekerja dan mengabdi bagi kemajuan masyarakat di Bumi Kasuari,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPUMI, Hj. Munifah Syanwani, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran ekonomi rumah tangga dalam membangun fondasi ekonomi bangsa. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan ekonomi rumah tangga yang sederhana namun efektif menjadi kekuatan besar dalam menjaga kesejahteraan keluarga.
“Untuk menjamu beberapa orang di pusat perbelanjaan saja bisa menghabiskan ratusan ribu rupiah. Namun dalam ekonomi rumah tangga, dengan Rp100.000 hingga Rp200.000, seorang ibu sebagai ‘menteri keuangan rumah tangga’ mampu mengatur kebutuhan satu keluarga dari pagi hingga sore,” ujar Munifah.
Ia mencontohkan peran ibu dalam menyiapkan kebutuhan keluarga, mulai dari sarapan suami dan anak, uang jajan sekolah, hingga memasak untuk seluruh anggota keluarga. Menurutnya, dari pengelolaan ekonomi rumah tangga yang sederhana inilah lahir generasi penerus bangsa yang kuat dan berkarakter.
“Dari langkah-langkah kecil di Papua Barat, tidak mustahil 20 tahun ke depan akan lahir pemimpin bangsa, bahkan Presiden Republik Indonesia, dari tanah Papua. Mari kita berikan apresiasi dan dukungan bagi generasi masa depan Papua,” tutupnya.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

