UMKM Papua Barat Tampil di KKI 2026, Dua Produk Wastra Tembus Semifinal CANGKIR Barista

Aug 20, 2026 - 20:16
Aug 20, 2026 - 20:18
 12
UMKM Papua Barat Tampil di KKI 2026, Dua Produk Wastra Tembus Semifinal CANGKIR Barista
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming melihat Batik Kasuari asal Papua Barat (Red)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) kembali menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bagian dari komitmen memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

KKI 2026 berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.”

Gelaran KKI tahun ini mengangkat semangat “Beudaya Meusare-Sare” dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

KKI 2026 dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming. Hadir pula Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

KKI 2026 diselenggarakan melalui sinergi dengan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing UMKM, memperluas akses pembiayaan, mendorong digitalisasi, sekaligus membuka akses pasar domestik dan ekspor.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing,” ujar Destry Damayanti saat membuka KKI 2026.

Menurutnya, semangat bangkit ditujukan bagi UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Sementara ketangguhan diperkuat melalui struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan, sedangkan daya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan pasar domestik maupun ekspor.

UMKM Papua Barat Unjuk Produk Unggulan

Sejalan dengan agenda tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat terus memperkuat peran UMKM sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

Pembinaan dilakukan secara terstruktur dari hulu hingga hilir, salah satunya melalui program tahunan KASUARI atau Kurasi, Pelatihan, Peningkatan Kapasitas UMKM Berdikari. Program ini menjadi wadah untuk menjaring dan membina UMKM potensial melalui pelatihan onboarding Go Digital secara intensif selama 1,5 bulan.

Penguatan promosi dan perluasan akses pasar juga dilakukan melalui Strategic Regional Program Torang Creative & Ecotourism Festival (TCEF) 2026 yang mengintegrasikan showcase produk kurasi dan fasilitasi business matching.

Selain itu, Papua Barat turut menggelar Papua Fashion Day untuk memperkenalkan keunikan elemen Tanah Papua melalui karya wastra yang dipadukan dengan aksesori ramah lingkungan.

BI Papua Barat juga memperkuat kapasitas UMKM wastra dan kriya hijau melalui edukasi teknik pewarnaan alami serta produksi kerajinan berbasis serat alam.

Potensi tersebut kemudian dibawa ke panggung nasional melalui KKI 2026. Dua UMKM wastra unggulan Papua Barat, yakni Kasuari Batik dan Batik Papua Nusantara, tampil secara langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta.

Sementara itu, sembilan UMKM binaan dan mitra Papua Barat turut berpartisipasi secara daring melalui platform digital KKI. Produk yang ditampilkan mencakup wastra, aksesori, kriya tas, hingga makanan dan minuman olahan.

Kesembilan UMKM tersebut yakni Kasuari Batik, Marice Craft, Abon Miareto, Batik Papua Nusantara, Pauwbili, Pokja Viva, Kopi Anggi (Poktan Tunas Muda Harapan Udohotma), Sinagi Papua, dan Umi Lala.

Dua Peserta Papua Barat Tembus Semifinal

Keikutsertaan Papua Barat dalam KKI 2026 juga mencatatkan capaian positif. Dua peserta binaan Papua Barat berhasil menembus babak semifinal kompetisi CANGKIR Barista.

KKI 2026 yang merupakan penyelenggaraan ke-11 menghadirkan sejumlah aspek kebaruan, antara lain program CANGKIR Barista dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak dengan konsep zero emission dan zero waste to landfill serta pengembangan zona hijau.

Secara keseluruhan, pameran KKI 2026 di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM selama empat hari pelaksanaan. Sementara pameran secara daring melalui platform digital KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, di antaranya fasilitasi Business Matching ekspor yang diikuti UMKM binaan BI, Papua Global Spices. UMKM tersebut mengikuti empat sesi pertemuan bisnis untuk memperluas pasar rempah Papua ke tingkat internasional.

Rangkaian kegiatan lainnya meliputi talkshow ekonomi dan keuangan inklusif serta berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan dan value chain, showcase UMKM unggulan secara daring dan luring, area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, serta berbagai aktivasi dan ruang interaksi.

Keikutsertaan UMKM Papua Barat di KKI 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi produk kreatif Papua ke pasar nasional sekaligus membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Rilis: KPW Bank Indonesia Papua Barat

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow