TEP-19 UI Bentuk Kader Penggerak Kesehatan di Wondama, Bupati Dorong Sinergi dengan “Ketuk Pintu Sayang Mama”

Oct 2, 2026 - 16:02
 44
TEP-19 UI Bentuk Kader Penggerak Kesehatan di Wondama, Bupati Dorong Sinergi dengan “Ketuk Pintu Sayang Mama”
Bupati Teluk Wondama Elysa Auri menyambut baik pembentukan kader komunitas “Ketuk Pintu Sayang Mama”

TELUK WONDAMA - Tim Ekspedisi Patriot (TEP-19) Universitas Indonesia (UI) membentuk kader komunitas penggerak kesehatan untuk memperkuat pelayanan Posyandu hingga ke kampung-kampung terpencil di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Kader yang dibentuk TEP-19 UI tersebut melibatkan guru, tokoh agama, tokoh adat, serta anggota PKK. Mereka akan mendapatkan pembekalan agar mampu mendorong partisipasi masyarakat sekaligus menjadi penghubung antara warga dengan tenaga kesehatan, termasuk melalui pemanfaatan telepon genggam.

Program ini menyasar sejumlah wilayah kerja TEP-19 UI, termasuk Kampung Werianggi, Werabur, dan Windesi yang menghadapi tantangan geografis serta keterbatasan transportasi, tenaga kesehatan, dan sarana komunikasi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam memastikan pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

Ketua TEP-19 UI, dr. Trevino Pakasi, mengatakan program yang dijalankan timnya berfokus pada penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan mendorong keterlibatan masyarakat secara langsung.

“Kami ingin memastikan pelayanan tidak hanya berhenti di Puskesmas, tetapi juga menjangkau rumah tangga lewat kader komunitas. Dengan dukungan NIK, BPJS, dan program Papua Barat Sehat, masyarakat bisa mendapatkan layanan apa saja dan di mana saja, meski berada di daerah dengan segala keterbatasannya,” ujar Trevino.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi di Rumah Jabatan Bupati Teluk Wondama, Rabu (30/9/2026).

Bupati Teluk Wondama Elysa Auri menyambut baik pembentukan kader komunitas tersebut. Ia berharap keberadaan kader dapat disinergikan dengan program pemerintah daerah, khususnya “Ketuk Pintu Sayang Mama” yang diarahkan untuk memperkuat perlindungan kesehatan ibu dan anak.

“Kami menyambut baik kehadiran TEP-19 UI. Program ini memperkuat visi kami untuk melindungi kesehatan ibu dan anak. Dengan adanya kader dari guru, tokoh agama, tokoh adat, dan PKK, pelayanan kesehatan akan semakin dekat dengan masyarakat, dan kami berharap bisa menyelaraskan dengan program Ketuk Pintu Sayang Mama,” kata Elysa.

Menurutnya, keterlibatan unsur masyarakat dalam pelayanan kesehatan menjadi penting, terutama untuk menjangkau warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.

Sinergi antara Integrasi Layanan Primer, Papua Barat Sehat, kader komunitas penggerak kesehatan, dan program “Ketuk Pintu Sayang Mama” diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga kampung-kampung terpencil di Teluk Wondama.

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun sistem pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat dan melibatkan warga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan di tingkat komunitas.

Sumber: Rilis TEP 19 UI

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow