Pertamina Pastikan Stok LPG Nonsubsidi Papua Barat Aman Hingga 41 Hari
MANOKWARI - PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok liquified petroleum gas (LPG) nonsubsidi di Papua Barat masih dalam kondisi aman dengan ketahanan pasokan hingga 41 hari ke depan, meski distribusi dilakukan melalui jalur pelayaran nonreguler.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Ahmad Sofyan Halim, mengatakan total stok LPG nonsubsidi yang tersedia per 14 Mei 2026 mencapai 9.155 tabung. Jumlah tersebut terdiri dari LPG 5,5 kilogram sebanyak 1.433 tabung, LPG 12 kilogram 7.602 tabung, dan LPG 50 kilogram sebanyak 120 tabung.
“Stok saat ini sudah masuk ke empat agen resmi di Papua Barat. Distribusi memang mengikuti jadwal kapal karena jalurnya bukan reguler,” kata Sofyan dalam forum group discussion bersama Pemprov Papua Barat dan sejumlah instansi di Manokwari, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, ketahanan stok LPG 5,5 kilogram diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 21 hari ke depan, LPG 12 kilogram selama 36 hari, sedangkan LPG 50 kilogram diproyeksikan bertahan sampai 41 hari.
Pertamina juga masih menunggu tambahan pasokan sebanyak 3.941 tabung yang saat ini dalam perjalanan menuju Papua Barat dan diperkirakan tiba sekitar 2 Juni 2026.
“Ada tambahan stok yang sedang dalam perjalanan. Kami berharap kapal tiba sesuai jadwal agar suplai tetap aman,” ujarnya.
Untuk mencegah kelangkaan di tingkat konsumen, Pertamina telah berkoordinasi dengan seluruh agen resmi agar memperketat penjualan LPG nonsubsidi. Setiap pembelian kini diwajibkan menggunakan KTP guna mengantisipasi panic buying maupun praktik penimbunan.
“Agen sudah menerapkan pembelian menggunakan KTP supaya tidak ada pembelian berulang dalam jumlah besar oleh orang yang sama,” katanya.
Terkait harga, Pertamina menyebut adanya penyesuaian harga LPG nonsubsidi dipengaruhi perubahan pola distribusi dari SPBE Ambon dan Surabaya, termasuk komponen biaya distribusi dan pajak.
Untuk wilayah Manokwari, harga LPG 5,5 kilogram ditetapkan Rp245 ribu per tabung, LPG 12 kilogram Rp495 ribu, dan LPG 50 kilogram Rp2,5 juta per tabung.
Sementara di Teluk Bintuni, harga LPG 5,5 kilogram mencapai Rp275 ribu dan LPG 12 kilogram Rp520 ribu per tabung. Sedangkan di Fakfak, LPG 5,5 kilogram dijual Rp220 ribu dan LPG 12 kilogram Rp420 ribu per tabung.
Saat ini terdapat empat agen resmi LPG nonsubsidi di Papua Barat, masing-masing dua agen di Manokwari, satu agen di Teluk Bintuni, dan satu agen di Fakfak.
Berdasarkan data Pertamina, realisasi konsumsi LPG nonsubsidi selama Januari hingga April 2026 mencapai 336,88 metrik ton (MT), dengan konsumsi terbesar berasal dari Manokwari.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

