TEP 3 UNAIR Kembangkan 40 Kader Posyandu Prafi, Hasilkan 18 Produk Pangan

Sep 23, 2026 - 14:10
 18
TEP 3 UNAIR Kembangkan 40 Kader Posyandu Prafi, Hasilkan 18 Produk Pangan
Audiensi TEP 3 Unair bersama stakeholder diwilayah Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat (Red)

MANOKWARI - Tim 3 Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, fokus memperkuat kapasitas dan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan keterampilan 40 kader Posyandu.

Ketua TEP 3 UNAIR, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., mengatakan program tersebut diawali dengan asesmen melalui survei kuesioner dan wawancara mendalam (in-depth interview) untuk mengidentifikasi kebutuhan serta potensi para kader.

Hal itu disampaikan Muthmainnah dalam rapat koordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Manokwari, Rabu (23/9/2026). Menurutnya, hasil asesmen menjadi dasar dalam menentukan materi pelatihan yang diberikan kepada para kader.

“Dari hasil survei kuesioner maupun in-depth interview, itu menjadi dasar untuk akhirnya membuat pelatihan apa saja yang dibutuhkan oleh kader,” ujarnya.

Pelatihan yang diberikan meliputi edukasi dan hiburan (edutainment), pembuatan produk cemilan sehat, packaging, labeling, pemasaran digital, kebun gizi hingga keterampilan kerajinan tangan. Selain pemberian materi, tim juga melakukan pendampingan serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.

Muthmainnah menjelaskan, karena TEP 3 UNAIR merupakan bagian dari kegiatan akademik, program tersebut tidak hanya diarahkan menghasilkan produk pemberdayaan, tetapi juga luaran akademik berupa artikel ilmiah, buku serta diseminasi hasil melalui seminar nasional maupun internasional.

Sementara itu, dari sisi pengembangan produk, tim telah mengidentifikasi potensi bahan lokal dan menyelesaikan tahap penelitian dan pengembangan (research and development/R&D). Saat ini, sejumlah produk tinggal menunggu desain informasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) serta proses sertifikasi halal.

“Untuk saat ini capaian dari tim kami, pertama sudah bisa mengidentifikasi potensi dan bahan-bahan yang bisa dioptimalkan. Kemudian sudah sampai ke pembuatan produk, R&D-nya sudah selesai dan tinggal AKG dari ahli gizi,” jelas anggota tim.

Sebanyak 18 produk telah tercatat dalam sistem tim, terdiri atas berbagai jenis makanan dan minuman. Produk tersebut mencakup wet food, dry food, keripik, puding, serta minuman yang dikembangkan berdasarkan potensi dan bahan yang tersedia di wilayah Prafi.

Untuk aspek legalitas, sejumlah dokumen telah diselesaikan, di antaranya Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Sementara sertifikasi halal dan perizinan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih dalam proses pendampingan yang dijadwalkan berlanjut pada 26 September.

Muthmainnah mengatakan, pada tahun pertama kolaborasi UNAIR dengan Kementerian Transmigrasi, program diarahkan pada penguatan ekonomi keluarga kader Posyandu. Produk yang dihasilkan untuk tahap awal akan dipasarkan di tingkat lokal, khususnya wilayah Prafi.

Namun, untuk produk makanan kering (dry food) yang memiliki potensi dipasarkan lebih luas, termasuk ke luar Papua Barat hingga tingkat nasional dan internasional, diperlukan pemenuhan persyaratan tambahan, khususnya sertifikasi BPOM.

“Tidak menutup kemungkinan dijual di tingkat lokal dulu, di Prafi, makanya masih PIRT. Namun ada masukan dari BPOM dan teman-teman yang lain, kalau dry food itu bisa dijual di luar Prafi atau di luar provinsi, mungkin tingkat nasional maupun internasional, namun harus ada sertifikasi BPOM,” katanya.

Melalui program tersebut, TEP 3 UNAIR menargetkan peningkatan keterampilan kader, baik dalam menghasilkan pendapatan tambahan bagi keluarga maupun dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih kreatif dan menghibur.

Muthmainnah menilai edukasi kesehatan tidak selalu harus disampaikan melalui metode ceramah, tetapi dapat dikemas secara edutainment agar pesan kesehatan lebih mudah diterima masyarakat.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow