Dari Kandang ke Meja Keluarga: Ekspedisi Patriot dan Dinkes Manokwari Siapkan Ayam Petelur untuk Perkuat Gizi Warga Prafi

Aug 21, 2026 - 16:19
 9
Dari Kandang ke Meja Keluarga: Ekspedisi Patriot dan Dinkes Manokwari Siapkan Ayam Petelur untuk Perkuat Gizi Warga Prafi
Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari bersama Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi bersama tim dari Universitas Airlangga melakukan koordinasi teknis terkait rencana pelaksanaan program Budidaya Ayam Petelur dan Kebun Gizi (Red)

MANOKWARI - Perkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan gizi keluarga di Kabupaten Manokwari terus dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari bersama Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi, dengan tim dari Universitas Airlangga melakukan koordinasi teknis terkait rencana pelaksanaan program Budidaya Ayam Petelur dan Kebun Gizi, Kamis (20/8/2026). 

Program ini diarahkan untuk membantu keluarga, khususnya di wilayah Prafi, memperoleh sumber protein dan pangan bergizi yang lebih mudah dijangkau sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi rumah tangga.

Koordinasi membahas sejumlah persoalan nyata yang dapat memengaruhi keberlanjutan program, mulai dari teknik pemeliharaan ternak, kebersihan kandang, keterbatasan fasilitas penyimpanan hingga akses pemasaran hasil produksi. Ketiadaan fasilitas pendingin atau chiller di tingkat masyarakat menjadi salah satu perhatian karena hasil produksi pangan perlu dikelola dengan mempertimbangkan keamanan, kualitas, serta daya tahan produk.

Pak Frans menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam pemenuhan gizi tidak cukup hanya dengan memberikan sarana produksi, tetapi perlu dibarengi pengetahuan dan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

“Program seperti ini diharapkan tidak berhenti pada produksi telur atau kebun pangan saja. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat mampu mengelolanya secara mandiri, memanfaatkan hasilnya untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, dan jika terdapat surplus, dapat dikembangkan menjadi sumber tambahan pendapatan,”.

Dalam pertemuan tersebut, budidaya ayam petelur dirancang dengan pendekatan sederhana yang memungkinkan diterapkan pada skala rumah tangga. Ayam yang digunakan direncanakan berupa bibit siap memasuki masa produksi dengan vaksinasi lengkap. Berdasarkan perhitungan awal, kebutuhan investasi bibit diperkirakan sekitar Rp150.000–Rp200.000 per ekor, dengan potensi produktivitas telur yang tinggi apabila ternak mendapat pakan, sanitasi, vaksinasi, serta manajemen kandang yang sesuai.

Konsep kandang juga dirancang menyesuaikan kondisi lingkungan permukiman. Sistem kandang berbasis umbaran dengan ruang yang cukup diharapkan dapat mengurangi stres pada ternak. Sementara itu, penggunaan sekam, kapur, pembersihan berkala, dan desinfeksi menjadi bagian penting dalam pengendalian bau serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Dr. Muthmainnah, S.KM., M.KES, menjelaskan bahwa budidaya ayam petelur dirancang bukan semata sebagai kegiatan peternakan, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian keluarga.

“Kami ingin telur yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi terlebih dahulu memiliki nilai gizi bagi keluarga. Dari kandang kecil di rumah, kita berharap hadir sumber protein bagi ibu dan anak, sekaligus peluang ekonomi baru bagi keluarga,” ungkap Muthmainnah.

Selain produksi, keberlanjutan rantai pemasaran turut menjadi perhatian. Tim memandang penting adanya pemetaan calon pembeli atau penampung agar hasil produksi yang melebihi kebutuhan keluarga dapat disalurkan secara konsisten. Dengan demikian, budidaya ayam petelur tidak hanya berorientasi pada pemenuhan konsumsi rumah tangga, tetapi berpotensi berkembang menjadi aktivitas ekonomi produktif berbasis masyarakat.

Program ayam petelur tersebut juga akan diperkuat dengan pengembangan Kebun Gizi, sehingga masyarakat memiliki akses lebih dekat terhadap sumber protein hewani sekaligus sayur dan pangan bergizi. Integrasi keduanya diharapkan membentuk sistem pangan keluarga yang lebih mandiri, terjangkau, serta sesuai dengan potensi lokal.

Program ini memiliki keterkaitan langsung dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui peningkatan akses keluarga terhadap pangan bergizi dan sumber protein, serta SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui upaya mendukung pemenuhan gizi ibu, anak, dan keluarga. Program ini juga beririsan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) karena hasil budidaya berpotensi dikembangkan sebagai kegiatan ekonomi produktif rumah tangga.

Kolaborasi Dinkes Manokwari dan Tim Ekspedisi Patriot menunjukkan bahwa penyelesaian masalah gizi dapat dimulai dari langkah yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat: pekarangan, kandang, kebun, dan keluarga. Melalui pendampingan, pengelolaan yang tepat, serta keterhubungan dengan pasar lokal, telur dan hasil kebun yang awalnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari diharapkan tumbuh menjadi bagian dari gerakan kemandirian gizi dan ekonomi keluarga di Prafi.

Rilis: Tim 3 Ekspedisi Patriot

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow