TEP-19 UI Perkuat Integrasi Layanan Primer di Papua Barat hingga ke Kampung

Sep 23, 2026 - 13:15
 17
TEP-19 UI Perkuat Integrasi Layanan Primer di Papua Barat hingga ke Kampung
TEP 19 UI Bersama kader posyandu, puskesmas, dan pustu di distrik Nikiwar, Wondama (Red)

WONDAMA - Tim Ekspedisi Patriot (TEP-19) Universitas Indonesia (UI) memperkuat penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kampung Werianggi dan Kampung Werabur, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

ILP merupakan inisiatif pemerintah untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui konsep ini, Puskesmas, Pustu, Posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya menjadi pintu utama pelayanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, imunisasi, pengendalian penyakit kronis hingga layanan kesehatan ibu dan anak.

Integrasi layanan juga didukung sistem rujukan yang memungkinkan pasien mendapatkan pelayanan lanjutan di rumah sakit dengan tetap menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan.

Selain ILP, kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan. Dengan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), masyarakat dapat terdaftar sebagai peserta BPJS melalui berbagai mekanisme pembiayaan, baik secara mandiri, melalui instansi tempat bekerja maupun ditanggung pemerintah.

Khusus di Papua Barat, Program Papua Barat Sehat turut memberikan dukungan pembiayaan layanan kesehatan, terutama bagi Orang Asli Papua (OAP), termasuk untuk layanan yang belum tercakup dalam pembiayaan BPJS. Kombinasi ILP, BPJS Kesehatan dan Program Papua Barat Sehat diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar hingga lanjutan.

Dalam penerapannya, layanan kesehatan primer membutuhkan dukungan tenaga kesehatan, kader, serta pembiayaan yang memadai. Tantangan semakin besar ketika tenaga kesehatan harus menjangkau kampung-kampung yang berada jauh dari pusat pelayanan.

Karena itu, TEP-19 UI hadir untuk memperkuat peran masyarakat melalui pelatihan kader kesehatan, guru sekolah dan unsur gereja. Kader diharapkan menjadi penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan, termasuk memanfaatkan telepon genggam untuk membantu menghubungkan warga dengan petugas medis ketika membutuhkan pelayanan.

Melalui penguatan kapasitas kader dan jejaring masyarakat di Kampung Werianggi dan Werabur, TEP-19 UI mendorong agar pelayanan kesehatan primer tidak hanya terpusat di fasilitas kesehatan, tetapi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat kampung di Distrik Nikiwar.

Sumber: Rilis TEP-19 Universitas Indonesia

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow