TP-PKK dan Pemprov Papua Barat Perkuat Karakter Pelajar, Dorong Generasi Muda Sehat dan Berdaya Saing

Oct 8, 2026 - 12:08
 8
TP-PKK dan Pemprov Papua Barat Perkuat Karakter Pelajar, Dorong Generasi Muda Sehat dan Berdaya Saing

MANOKWARI - Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat mendorong penguatan karakter, pola hidup sehat dan kapasitas pelajar sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki moral, integritas, tanggung jawab dan daya saing.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan remaja bagi pelajar SMP dan SMA di Distrik Manokwari Timur dan wilayah dataran Prafi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Papua Barat, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan pembinaan yang berlangsung di Kwarda Arowi tersebut dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Barat, Syors Alberth Ortisanz Marani, melalui pemukulan tifa sebanyak lima kali.

Ketua TP-PKK Provinsi Papua Barat, Ny. Juliana A. Mandacan, mengatakan pembinaan terhadap pelajar menjadi penting di tengah berbagai perkembangan dan tantangan yang dihadapi anak-anak dan remaja saat ini.

“Perlu ada edukasi untuk menyadarkan pola hidup sehat, baik secara fisik maupun sosial bagi anak-anak sebagai penerus generasi bangsa,” ujar Juliana.

Ia menjelaskan, pembinaan di Distrik Manokwari Timur diikuti empat SLTP dan empat SLTA. Masing-masing sekolah mengutus 10 pelajar dan satu guru pendamping.

Sementara itu, pembinaan di wilayah dataran Prafi diikuti empat SLTP dan dua SLTA, dengan masing-masing sekolah mengutus 15 pelajar serta satu guru pendamping.

Menurut Juliana, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter dan moral pelajar.

Pembinaan tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai positif, integritas, etika dan tanggung jawab sekaligus mencegah degradasi moral serta perilaku menyimpang di kalangan remaja.

“Pembinaan ini bertujuan membentuk karakter dan moral dengan menanamkan nilai-nilai positif, integritas, etika dan tanggung jawab serta mencegah degradasi moral,” tuturnya.

Juliana juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai perilaku hidup sehat, termasuk menghindari perilaku seksual berisiko yang dapat berdampak terhadap masa depan mereka.

Selain karakter dan kesehatan, pembinaan juga diarahkan untuk membangun kesadaran pelajar terhadap pola konsumsi pangan yang aman dan sehat.

“Selanjutnya mengarahkan anak-anak untuk mengonsumsi makanan yang aman, menumbuhkan rasa cinta terhadap pangan lokal dan pangan sehat,” katanya.

Juliana menyebut kegiatan tersebut sekaligus menjadi media implementasi program kerja unggulan TP-PKK Provinsi Papua Barat.

Ia mengatakan tema Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tahun 2026, yakni “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita dan Wujudkan Indonesia 2045”, menjadi salah satu landasan pelaksanaan program pembinaan tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan 10 Program Pokok PKK merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden menuju Indonesia Emas. Karena itu, program PKK diarahkan untuk turut mendorong terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, TP-PKK melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mitra serta mendapat dukungan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan selaku Pembina TP-PKK.

Juliana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader TP-PKK Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai dedikasi dan kerja keras para kader menjadi bagian penting dalam menjalankan program PKK, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Asisten I Setda Provinsi Papua Barat Syors Alberth Ortisanz Marani mengatakan keluarga memiliki peran strategis dalam pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia.

Karena itu, menurutnya, pembinaan generasi muda membutuhkan komitmen dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah.

“Anak muda yang menjadi bagian dari keluarga dapat menjadi pendorong utama dalam pembangunan jika diberikan pengetahuan dan kesempatan yang dibutuhkan untuk maju,” ujar Syors.

Ia mengatakan pendidikan dan keterampilan menjadi modal penting bagi generasi muda agar mampu berkontribusi dalam kegiatan ekonomi produktif.

Di sisi lain, Syors menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Persoalan akses terhadap pendidikan, kesehatan, lapangan kerja hingga kesetaraan gender membutuhkan perhatian dan solusi yang lebih adil serta progresif.

Karena itu, ia menyambut baik pelaksanaan pembinaan remaja tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter generasi muda Papua Barat.

“Kita berharap pembinaan ini dapat melahirkan generasi muda yang berkarakter, mandiri dan berdaya saing global, sehingga dapat menjadi kader unggul di masa depan,” katanya.

Syors juga berpesan kepada para pelajar agar terus belajar dan membangun fondasi diri sejak dini. Menurutnya, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Kalian adalah wajah Provinsi Papua Barat di masa depan. Karena itu, kalian perlu memiliki fondasi yang kuat untuk mampu bersaing. Teruslah belajar di mana saja, di keluarga, di sekolah dan juga di masyarakat,” pesannya.

Ia mengingatkan para remaja agar menjauhi berbagai aktivitas yang tidak memberikan manfaat dan berpotensi merusak masa depan.

“Jauhkan diri dari hal-hal yang sia-sia yang akhirnya merusak masa depan, sehingga merugikan diri sendiri dan juga keluarga,” tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, TP-PKK dan Pemprov Papua Barat berharap pembinaan terhadap pelajar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang edukasi berkelanjutan untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan, karakter, pola hidup sehat dan kesadaran dalam menentukan masa depan secara bertanggung jawab.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat pembangunan Papua Barat dengan mengedepankan nilai “Membangun dengan Hati, Mempersatukan dengan Kasih Menuju Papua Barat yang Astadiri (Aman, Sejahtera, Bermartabat dan Mandiri).”

Sumber: Rilis

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow