TEP 17 ITS Dampingi Siswa Ransiki Perkuat Kemampuan Calistung

Sep 22, 2026 - 13:47
 17
TEP 17 ITS Dampingi Siswa Ransiki Perkuat Kemampuan Calistung
TIM TEP 17 ITS memberikan pelatihan Calistung kepada sejumlah siswa di ransiki (Red)

MANOKWARI SELATAN - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 17 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan pendampingan kelas membaca, menulis, dan berhitung (calistung) bagi siswa sekolah dasar di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.

Program yang dilaksanakan sejak September 2026 ini dirancang dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Pendekatan tersebut dilakukan karena kemampuan calistung siswa di setiap kelas masih beragam dan sebagian membutuhkan penguatan secara intensif.

Di SD YPK Yordan, misalnya, masih terdapat siswa yang berada pada tahap mengenal huruf, sementara sebagian lainnya sudah mulai mampu mengeja. Bahkan, beberapa siswa kelas 5 dan 6 masih mengalami kesulitan membaca, menulis, dan berhitung sesuai kemampuan yang diharapkan pada jenjang tersebut.

Menjawab kondisi itu, TEP 17 ITS menerapkan pembelajaran dalam kelompok kecil berdasarkan kemampuan awal siswa. Sebelum pendampingan, siswa mengikuti asesmen sederhana menggunakan flashcard melalui tiga tahapan, yakni mengenal huruf, mengeja suku kata, dan membaca kalimat sederhana.

Hasil asesmen kemudian menjadi dasar pembagian siswa ke dalam tiga kelompok. Siswa yang telah mampu melewati seluruh tahapan membaca ditempatkan dalam kelompok hijau, siswa yang telah mengenal huruf dan mulai mampu mengeja berada di kelompok kuning, sedangkan siswa yang masih belajar mengenal huruf masuk kelompok merah.

Dalam proses pembelajaran, TEP 17 ITS menggunakan berbagai media seperti flashcard, puzzle, poster, dan buku calistung. Materi membaca dan menulis juga diselingi permainan numerasi sehingga suasana belajar menjadi lebih interaktif dan siswa lebih aktif mengikuti kegiatan.

Pada 9 September 2026, sebanyak 30 siswa SD YPK Yordan mengikuti pendampingan selama 3 × 35 menit. Kegiatan serupa dilanjutkan di SD Inpres 17 Nuhuwey pada 10 September dengan melibatkan 32 siswa, kemudian di SD Inpres 51 Sabri pada 11 September dengan 35 siswa.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan bersama pihak sekolah sebagai mitra utama. Guru membantu tim memahami kondisi dan kebutuhan siswa sekaligus mendukung proses pembelajaran, sementara TEP 17 ITS menghadirkan variasi metode, media pembelajaran, serta pendampingan kelompok kecil.

Salah satu peserta, Median, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Senang bisa belajar membaca dan berhitung bersama kakak-kakak. Tadi juga seru karena ada permainan,” ujarnya.

Pendampingan calistung ini menjadi bagian dari program “Sekolah Cerdas dan Keluarga Sehat” TEP 17 ITS yang menempatkan penguatan literasi, numerasi, dan pembelajaran kontekstual sebagai salah satu bentuk intervensi pendidikan di wilayah sasaran.

Program tersebut juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung bagi siswa sekolah dasar.

Pada September hingga Oktober 2026, TEP 17 ITS akan melanjutkan pendampingan calistung di 14 sekolah lainnya dari total 17 titik sekolah di Distrik Ransiki. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan dasar siswa, tetapi juga membantu mereka lebih percaya diri dalam mengikuti proses pendidikan dan membuka peluang yang lebih luas bagi masa depan.

Rilis: Tim 17 TEP Ransiki

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow