Dari Posyandu Gracia Ransiki, TEP 17 ITS Edukasi Warga Tentang ISPA dan TB
MANOKWARI SELATAN - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 17 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Puskesmas Ransiki mengajak masyarakat Kampung Ransiki, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, meningkatkan pemahaman mengenai penyakit menular, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Tuberkulosis (TB).
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Gracia tersebut dikemas melalui sosialisasi kesehatan, skrining TB, serta pemasangan poster edukasi sebagai upaya memperluas literasi kesehatan masyarakat mengenai penyakit menular.
Sosialisasi diikuti masyarakat yang hadir dalam kegiatan Posyandu Gracia, mulai dari bayi, balita hingga lansia. Turut hadir Sekretaris Kampung Ransiki Yosep Rumwaropen, Bidan Koordinator Fransina Imbiri, serta Ketua TEP 17 ITS Dr. Sri Yani Purwaningsih, S.Si., M.Si.
Materi mengenai ISPA dan TB disampaikan dokter Puskesmas Ransiki, dr. Rani Apriliani Sanni. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan gejala, cara penularan hingga langkah pencegahan kedua penyakit tersebut.
Menurut Rani, TB masih menjadi salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian di wilayah pelayanan Puskesmas Ransiki. Berdasarkan data yang disampaikan, tercatat 56 kasus positif TB pada 2024 dan jumlah yang sama pada 2025. Sementara hingga 2026 tercatat 49 kasus.
Di sisi lain, kasus ISPA menunjukkan peningkatan. Kasus yang tercatat di Puskesmas Ransiki meningkat dari 55 kasus pada Januari menjadi 150 kasus pada Juli 2026.
ISPA juga menjadi salah satu penyakit yang banyak ditemukan di Poli Umum Puskesmas Ransiki. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pemahaman masyarakat mengenai gejala, penularan, pencegahan, serta pentingnya melakukan pemeriksaan apabila mengalami keluhan kesehatan.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diajak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan ketika mengalami gejala yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain edukasi, TEP 17 ITS bersama Puskesmas Ransiki juga melakukan skrining TB terhadap masyarakat yang hadir. Skrining ini menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini penyakit TB.
TEP 17 ITS juga menyerahkan poster edukasi penyakit menular yang secara simbolis diterima dr. Rani Apriliani Sanni untuk dipasang di Posyandu Gracia. Poster tersebut diharapkan menjadi media informasi yang dapat terus diakses masyarakat ketika mengikuti pelayanan posyandu.
Ketua TEP 17 ITS, Dr. Sri Yani Purwaningsih, mengatakan upaya menjaga kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya tenaga kesehatan.
“Upaya menjaga kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap edukasi tersebut dapat membantu masyarakat mengenali risiko penyakit sekaligus menerapkan langkah-langkah pencegahan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya TEP 17 ITS memperluas literasi kesehatan di Distrik Ransiki sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Edukasi serupa akan dilanjutkan di sekolah serta melalui pendistribusian poster penyakit menular ke 22 titik posyandu lainnya di wilayah tersebut.
Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan masyarakat, TEP 17 ITS berharap peningkatan pengetahuan mengenai penyakit menular dapat terus berlanjut dan mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan serta melakukan deteksi dini.
Rilis: Tim 17 TEP ITS
What's Your Reaction?

