SMART Posyandu Prafi Perkuat Kapasitas Kader Lewat Edutainment dan Keamanan Pangan

Sep 25, 2026 - 22:17
 6
SMART Posyandu Prafi Perkuat Kapasitas Kader Lewat Edutainment dan Keamanan Pangan
Pelatihan penyampaian pesan kesehatan secara entertaint kepada 40 kader posyandu di distrik Prafi (Red)

MANOKWARI - Sebanyak 40 kader Posyandu mengikuti pelatihan edutainment, komunikasi kesehatan, dan keamanan pangan di Balai Kampung Desay, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program SMART Kader Posyandu Prafi yang bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam menyampaikan pesan kesehatan secara menarik, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, yakni Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Frans Abidondifu, S.KM., M.Epid., serta Nofiska Rumabar atau Bu Novi. Materi pengembangan edutainment juga disampaikan Ketua Tim SMART Posyandu, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Para kader tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdiskusi, berlatih menyampaikan pesan kesehatan, mencoba berbagai media edukasi, serta mempraktikkan pengemasan produk menggunakan vacuum sealer dan pemasangan label pangan.

Bu Novi menjelaskan, kader memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dan fasilitas kesehatan. Karena itu, cara berkomunikasi kader harus mampu membangun rasa nyaman dan kepercayaan masyarakat.

“Komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi. Kader perlu mendengarkan masyarakat, memahami kendalanya, kemudian membantu mencari jalan keluar yang memungkinkan,” jelas Bu Novi.

Menurutnya, kader perlu menerapkan komunikasi yang sederhana, singkat, empatik, dan tidak menghakimi. Kader juga diperkenalkan dengan metode SAJI, yakni Salam, Ajak Bicara, Jelaskan dan Bantu, serta Ingatkan.

Dalam metode tersebut, percakapan dimulai dengan sapaan yang ramah, dilanjutkan dengan menggali kebutuhan warga, memberikan penjelasan sesuai kondisi, membantu menghubungkan dengan layanan kesehatan, serta mengingatkan rencana tindak lanjut.

“Kader adalah jembatan, bukan pengganti tenaga kesehatan. Jika tidak yakin, jangan mengarang. Hubungkan masyarakat dengan tenaga kesehatan,” tegasnya.

Kader juga dilatih membuat laporan singkat kepada tenaga kesehatan dengan mencantumkan lima informasi penting, yakni siapa yang mengalami masalah, keluhan yang dialami, sejak kapan terjadi, tindakan yang telah dilakukan, serta bantuan yang dibutuhkan.

Sementara itu, Frans Abidondifu memberikan materi mengenai cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan. Materi tersebut dinilai penting karena sebagian kader mulai mengembangkan berbagai produk pangan lokal, seperti bakso, nugget, tahu bakso, keripik, dan kue.

Frans menjelaskan terdapat empat jenis risiko cemaran pangan yang perlu diwaspadai, yakni cemaran fisik, biologis, kimia, dan alergen.

Cemaran fisik dapat berupa rambut, kuku, pecahan kaca, serpihan logam, plastik, staples hingga kerikil. Sementara cemaran biologis dapat berasal dari bakteri, virus, kapang, parasit, serta vektor seperti lalat, tikus dan kecoa.

“Produk yang enak tetap harus aman. Penjamah pangan wajib menjaga kebersihan diri, peralatan, bahan, dan lingkungan kerja sejak bahan diterima sampai makanan disajikan,” kata Frans.

Para kader juga diingatkan untuk memisahkan bahan mentah dan makanan matang serta menggunakan peralatan yang berbeda untuk mencegah kontaminasi silang.

Selain itu, keamanan suhu penyimpanan juga menjadi perhatian. Makanan panas perlu dijaga pada suhu di atas 60 derajat Celsius, sementara makanan dingin disimpan di bawah 5 derajat Celsius.

Frans turut mengingatkan agar kader tidak menggunakan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Methanil Yellow dalam produk pangan.

Informasi mengenai alergen, seperti telur, susu, ikan, udang, kacang, kedelai dan serealia yang mengandung gluten, juga perlu diperhatikan dalam pelabelan produk apabila bahan tersebut digunakan atau terdapat risiko kontaminasi silang.

Pada sesi berikutnya, Dr. Muthmainnah memperkenalkan konsep edutainment sebagai metode menyampaikan edukasi kesehatan melalui pendekatan yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ia membagikan sejumlah contoh media edukasi yang pernah dikembangkan di Jawa Timur, mulai dari buku, lagu, permainan, konten media sosial, aplikasi Android hingga website.

“Media edukasi harus dekat dengan kehidupan masyarakat. Kader dapat memakai lagu, cerita, simulasi, demonstrasi memasak, permainan kartu, video singkat, atau kuis. Pesan kesehatan yang sederhana dan menyenangkan biasanya lebih mudah diingat,” ujar Muthmainnah.

Ia berharap kader Posyandu di Prafi dapat mengembangkan media edukasi yang sesuai dengan budaya dan kebutuhan masyarakat setempat, dengan memanfaatkan pangan lokal, bahasa sehari-hari, cerita kampung serta pengalaman ibu dan anak.

Pelatihan juga dilengkapi praktik penggunaan vacuum sealer. Para kader mempraktikkan proses pengemasan produk, mulai dari memasukkan produk ke dalam plastik, mengeluarkan udara, menutup kemasan hingga memasang label.

Kegiatan tersebut didampingi Tim SMART Posyandu yang terdiri dari Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes.; Sri Rahmawati, S.Psi., M.Si.; Surma Elisa Manihuruk, S.KM., M.Kes.; Anggun Anggifosari, S.I.Kom.; Imeldawati Tambunan, S.KM.; dan Widyasari Yuni Agustin, S.T.

Program SMART Posyandu Prafi turut mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17 tentang Kemitraan.

Melalui pelatihan ini, para kader diharapkan mampu mengembangkan media edutainment secara mandiri, menerapkan komunikasi yang tidak menghakimi, menjaga keamanan produk pangan, serta menggunakan kemasan dan label secara tepat.

Media edukasi yang dinilai baik selanjutnya akan dikembangkan menjadi bagian dari buku, video edukasi, dan konten digital SMART Posyandu Prafi.

Rilis TEP 3 UNAIR Prafi

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow