Dinkes Papua Barat Catat 41.079 Warga Telah Ikuti Cek Kesehatan Gratis
MANOKWARI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat mencatat sebanyak 41.079 warga telah mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Jumlah tersebut setara dengan 92,05 persen dari total 44.627 warga yang telah mendaftar program CKG di seluruh wilayah Papua Barat.
Kepala Dinkes Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi pelayanan CKG bagi kelompok bayi hingga anak prasekolah, anak sekolah dan remaja, serta kelompok dewasa hingga lanjut usia.
“Dari 44.627 warga yang mendaftar, sekitar 92,05 persen sudah mendapatkan pelayanan CKG di seluruh wilayah Papua Barat,” kata Alwan di Manokwari.
Ia menjelaskan, kelompok anak sekolah dan remaja menjadi penerima layanan CKG terbanyak dengan 20.172 orang. Selanjutnya kelompok dewasa hingga lansia sebanyak 18.917 orang dan bayi baru lahir hingga anak prasekolah sebanyak 1.990 orang.
Berdasarkan wilayah, penerima layanan CKG terbanyak tercatat di Kabupaten Manokwari sebanyak 11.201 orang, disusul Teluk Bintuni 9.740 orang, Fakfak 8.935 orang, Teluk Wondama 3.518 orang, Manokwari Selatan 3.331 orang, Kaimana 2.615 orang, dan Pegunungan Arfak 1.739 orang.
“Hanya Kabupaten Manokwari yang paling tinggi cakupannya, sedangkan enam lainnya masih perlu ditingkatkan. Kami sudah koordinasi dengan teman-teman Dinkes kabupaten,” ujarnya.
Alwan mengatakan perluasan cakupan CKG membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik instansi pemerintah daerah maupun pusat di wilayah Papua Barat, BUMN, BUMD, organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak lainnya.
Menurutnya, CKG merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional dengan memberikan kemudahan akses layanan kesehatan secara gratis, mendeteksi potensi penyakit sejak dini, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kami sudah imbau agar semua kegiatan yang menghadirkan orang dalam jumlah banyak, bisa mengikutsertakan kegiatan CKG. Tim medis kami selalu siap,” ucapnya.
Ia menambahkan, sinergi dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program CKG yang sejalan dengan misi Papua Sehat dalam dokumen Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) periode 2022-2041.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga telah menerbitkan surat edaran pelaksanaan CKG di seluruh sekolah. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mendukung tumbuh kembang siswa sekaligus meningkatkan edukasi dan pemahaman mengenai manfaat pemeriksaan kesehatan gratis.
“Berdasarkan sasaran Papua Barat, maka masing-masing puskesmas minimal per hari ada 15 orang yang diberikan layanan CKG,” kata Alwan.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

