Job Fair Diserbu 4.000 Pencari Kerja, Disnakertrans Papua Barat Siapkan Program Lanjutan
MANOKWARI - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Papua Barat terus menyiapkan sejumlah program untuk menekan angka pengangguran setelah pelaksanaan Job Fair Papua Barat 2026 mendapat antusiasme tinggi dari pencari kerja.
Kepala Disnakertrans Papua Barat Edward Toansiba mengatakan, Job Fair Papua Barat 2026 yang digelar selama tiga hari menjadi pelaksanaan perdana di tingkat provinsi dan diikuti sekitar 4.000 pencari kerja, baik yang mendaftar secara online maupun offline.
"Yang mendaftar secara online kurang lebih 2.000, kemudian secara offline juga sekitar 2.000. Jadi jumlahnya sekitar 4.000 pencari kerja," kata Edward.
Menurutnya, dalam Job Fair tersebut sebanyak 28 perusahaan menyediakan 643 lowongan pekerjaan. Proses seleksi dan penerimaan selanjutnya diserahkan kepada masing-masing perusahaan sesuai kompetensi dan kebutuhan tenaga kerja.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Papua Produktif yang sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua Barat.
"Untuk lowongan yang sudah disiapkan 28 perusahaan, jumlahnya 643. Secara teknis, proses penerimaan kami kembalikan kepada masing-masing perusahaan karena mereka yang melakukan interview dan menilai kompetensi pencari kerja," ujarnya.
Edward berharap Job Fair tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi menjadi salah satu upaya berkelanjutan pemerintah dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha.
"Kami berharap bukan hanya sampai di sini. Ke depan setiap tahun tetap kita laksanakan untuk mencari bakat-bakat, terutama adik-adik pemuda yang sudah selesai pendidikan dan masih menganggur, sehingga kemampuan mereka bisa dimanfaatkan," katanya.
Melihat tingginya animo masyarakat, Disnakertrans Papua Barat berencana memperluas keterlibatan perusahaan pada Job Fair tahun mendatang.
Edward menyebut sejumlah perusahaan besar seperti BP, Genting Oil dan Nusantara Gas akan didorong untuk ikut berpartisipasi dengan membawa kebutuhan tenaga kerja mereka.
"Tahun ini memang kita uji coba, tetapi ternyata banyak perusahaan yang membuka lowongan, ada 28 perusahaan. Tahun depan kami rencanakan perusahaan-perusahaan besar termasuk BP, Genting Oil dan Nusantara Gas juga dipanggil untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan mereka," jelasnya.
Menurut Edward, Disnakertrans akan memperkuat kerja sama dengan perusahaan sekaligus turun langsung mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan dunia usaha.
"Kami di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan bekerja sama dengan mitra-mitra perusahaan dan turun langsung mengecek kebutuhan mereka sesuai yang dibutuhkan perusahaan," katanya.
Selain Job Fair, Disnakertrans Papua Barat juga menyiapkan program pelatihan kerja untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
Salah satu program yang disiapkan yakni pelatihan pengoperasian alat berat bagi 80 peserta OAP yang rencananya dilaksanakan di Cepu, Jawa Tengah, pada Oktober 2026.
Edward mengatakan, pelatihan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai persyaratan perusahaan.
"Kami juga menyiapkan program pelatihan. Tahun ini ada pelatihan khusus alat berat untuk 80 orang, khususnya OAP. Rencananya dilaksanakan di Cepu pada Oktober," ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga pelatihan di Pulau Jawa untuk meningkatkan keterampilan dan sertifikasi tenaga kerja Papua Barat.
"Ini untuk meningkatkan kompetensi yang memang diminta oleh perusahaan. Jadi kita harus menyiapkan tenaga kerja yang memiliki sertifikasi," pungkas Edward.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

