Cetak Dai Berwawasan Sains, Majelis Tabligh Muhammadiyah Papua Barat Gelar Pelatihan Khutbah Jumat di UMPB

Oct 31, 2026 - 20:33
 19
Cetak Dai Berwawasan Sains, Majelis Tabligh Muhammadiyah Papua Barat Gelar Pelatihan Khutbah Jumat di UMPB
Pelatihan Khutbah Jumat yang digelar Majelis Tabligh Pengurus Wilayah Muhammadiyah Papua Barat (Red)

MANOKWARI - Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat menggelar Pelatihan Khutbah Jumat di Masjid K.H. Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB), Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya mencetak generasi mubaligh yang memiliki wawasan keilmuan luas serta mampu menyampaikan dakwah secara kontekstual sesuai perkembangan masyarakat.

Pelatihan yang berlangsung selama sehari tersebut melibatkan akademisi, dosen dan staf UMPB, tenaga pendidik SMA Muhammadiyah College (SMAMCO), serta jajaran organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah.

Untuk memperkuat kapasitas peserta, panitia menghadirkan dua narasumber, yakni Bambang Tj Haryadi dan Dr. Jen Wajo.

Ketua Majelis Tabligh PWM Papua Barat, Bambang Tj Haryadi, mengatakan, seorang mubaligh tidak cukup hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga perlu memiliki wawasan lintas disiplin ilmu agar pesan dakwah dapat menjawab berbagai persoalan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, integrasi antara ilmu pengetahuan modern, termasuk sains, dengan nilai-nilai keislaman menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan dakwah Muhammadiyah.

"Kami berharap kader Persyarikatan memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan keilmuan yang dimiliki, baik sains maupun disiplin ilmu lainnya, saat menyampaikan dakwah. Dengan begitu, kader Muhammadiyah semakin dikenal luas oleh masyarakat umum, tidak hanya di internal organisasi," ujar Bambang.

Pelatihan tersebut mendapat apresiasi dari civitas akademika UMPB. Wakil Rektor I UMPB, Nurul Abidin, yang hadir mewakili Rektor, mengakui bahwa kemampuan menyampaikan materi perkuliahan tidak serta-merta menjamin seseorang memiliki keterampilan yang sama ketika berbicara di mimbar khutbah.

Menurutnya, khutbah dan ceramah memiliki teknik serta pendekatan tersendiri sehingga perlu terus diasah melalui pelatihan.

"Pelatihan ini sangat kami butuhkan. Sebagai pengajar kami mungkin terbiasa menyampaikan materi kuliah, tetapi untuk mimbar ceramah dan khutbah, kami tetap perlu terus dilatih," tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWM Papua Barat, Dr. Mulyadi Djaya, saat membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus menjadi pusat dakwah dan pencerahan umat.

Ia menilai regenerasi khatib menjadi kebutuhan penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, mulai dari krisis moral hingga krisis ketokohan.

"Saat ini kita menghadapi krisis moral, energi, hingga ketokohan. Kampus bukan hanya pusat transformasi iptek, tetapi juga pusat dakwah keagamaan. Regenerasi khatib sangat krusial agar pesan mimbar mampu memberikan pencerahan yang kontekstual dan menjawab persoalan riil masyarakat," tegas Mulyadi.

Melalui pelatihan ini, PWM Papua Barat berharap lahir kader-kader mubaligh yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu menghubungkan nilai-nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika sosial masyarakat.

Dengan demikian, dakwah dapat hadir lebih relevan, mencerahkan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan umat.

Rilis: UMPB Papua Barat

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow