BPS Papua Barat Gandeng TVRI Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Jan 9, 2026 - 13:46
 39
BPS Papua Barat Gandeng TVRI Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Kepala BPS Papua Barat saat audiens bersama LPP TVRI Papua Barat

MANOKWARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mulai tancap gas mempersiapkan agenda besar nasional, Sensus Ekonomi (SE) 2026. Sebagai langkah awal, BPS Papua Barat resmi menjalin sinergi dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Papua Barat untuk memperluas jangkauan sosialisasi kepada masyarakat.

Kunjungan kerja yang berlangsung pada Jumat (9/1/2026) dipimpin Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Ir. Merry M.P., beserta tim. Kedatangan rombongan BPS disambut hangat Kepala Stasiun TVRI Papua Barat, Lenny Sinay, yang didampingi oleh Ketua Tata Usaha dan jajaran Ketua Tim terkait.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas poin-poin penting mengenai strategi komunikasi agar pesan mengenai Sensus Ekonomi 2026 sampai ke seluruh pelosok Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Kolaborasi ini rencananya akan diwujudkan dalam berbagai format program, di antaranya:

Pemberitaan Intensif: Liputan khusus terkait tahapan sensus.

Program Talkshow: Ruang diskusi mendalam untuk mengedukasi masyarakat dan pelaku usaha.

Media Sosial: Pemanfaatan platform digital untuk menyasar generasi muda dan pelaku UMKM modern.

Sensus Ekonomi merupakan agenda rutin 10 tahunan yang dilakukan BPS sejak tahun 1986. Tahun 2026 akan menjadi pelaksanaan ke-5 setelah sebelumnya sukses digelar pada 1996, 2006, dan 2016.

Kepala BPS Papua Barat, Ir. Merry M.P., mengatakan pelaksanaan sensus dijadwalkan berlangsung serentak mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Tujuannya adalah memotret secara utuh struktur ekonomi, karakteristik usaha, hingga nilai usaha dari seluruh pelaku ekonomi di Indonesia.

"Kami berharap kolaborasi dengan TVRI mampu memberikan pemahaman bagi masyarakat di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Data yang akurat dari pelaku usaha sangat krusial agar pemerintah memiliki landasan yang kuat dalam menentukan arah pembangunan ke depan," ujar Merry.

Melalui data riil yang dikumpulkan langsung dari lapangan, pemerintah diharapkan dapat menyusun program yang lebih tepat sasaran. Tidak hanya bagi pemerintah, data ini juga bermanfaat bagi para pelaku usaha untuk memetakan peluang pasar dan potensi bisnis di wilayah Papua.

"Dengan data yang akurat, pembangunan akan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha itu sendiri," tambahnya.

Penutupan rangkaian persiapan ini menandai komitmen BPS dan TVRI untuk memastikan tidak ada pelaku ekonomi yang terlewatkan dalam pendataan besar dua tahun mendatang.

Penulis : kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow