TEP 17 ITS dan Puskesmas Ransiki Skrining HIV-Sifilis, 215 Siswa SMA Negeri 1 Ransiki Diperiksa
MANOKWARI SELATAN - Sebanyak 215 siswa SMA Negeri 1 Ransiki mengikuti sosialisasi dan skrining HIV serta sifilis yang digelar Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 17 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Puskesmas Ransiki, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja sekaligus memperluas akses pemeriksaan dini terhadap penyakit menular.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi bertajuk Informasi Dasar HIV/AIDS untuk Populasi Kunci dan Remaja oleh dr. Muh Hamzah Rizal Kunu, S.Ked. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pengertian HIV dan AIDS, mekanisme penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan dan pengobatan bagi orang yang terdiagnosis HIV.
Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai sifilis, penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan membutuhkan pemeriksaan serta penanganan medis yang tepat.
Dalam sesi tersebut, pemateri menekankan perbedaan HIV dan AIDS. HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan kondisi lanjutan yang dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan akibat infeksi HIV.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai aktivitas sehari-hari yang tidak menularkan HIV, seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi alat makan, menggunakan toilet bersama, hingga makan pinang bersama.
Selain itu, dijelaskan pentingnya pemeriksaan HIV untuk mengetahui status kesehatan. Bagi orang yang terdiagnosis HIV, pengobatan antiretroviral (ARV) dapat membantu menekan jumlah virus dalam tubuh dan menjaga sistem kekebalan apabila dikonsumsi secara teratur sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Materi pencegahan turut disampaikan melalui prinsip ABCDE, yang mencakup menghindari perilaku seksual berisiko, setia kepada pasangan, menggunakan kondom secara tepat, menghindari penggunaan narkoba terutama jarum suntik secara bergantian, serta meningkatkan edukasi mengenai HIV dan AIDS.
Antusiasme siswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan mengenai kemungkinan penularan HIV melalui gigitan nyamuk, penggunaan alat makan bersama, kaitan infeksi HIV dengan gangguan ginjal, hingga efektivitas pengobatan ARV.
Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk memperoleh penjelasan medis sekaligus meluruskan berbagai informasi keliru yang masih berkembang di masyarakat.
Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan skrining HIV dan sifilis oleh tenaga medis Puskesmas Ransiki. Sebanyak 215 siswa mengikuti pemeriksaan sebagai langkah deteksi dini untuk mengetahui status HIV dan sifilis masing-masing.
Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan dengan memperhatikan prosedur medis serta menjaga privasi dan kerahasiaan hasil setiap peserta. Siswa yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dapat diarahkan untuk memperoleh penanganan melalui fasilitas pelayanan kesehatan.
Kolaborasi TEP 17 ITS dan Puskesmas Ransiki ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi kesehatan remaja di Distrik Ransiki. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan edukasi, tetapi juga mendekatkan akses pelayanan pemeriksaan kesehatan langsung ke lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, TEP 17 ITS bersama Puskesmas Ransiki berharap kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat. Edukasi yang tepat, pemeriksaan dini, serta tindak lanjut medis diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian HIV serta sifilis di kalangan remaja.
Sumber: TEP 17 ITS
What's Your Reaction?