Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Siapkan SMART Posyandu Papua Barat, Perkuat Ekonomi Kader di Kawasan Transmigrasi Prafi

Aug 6, 2026 - 18:20
Aug 6, 2026 - 18:28
 20
Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Siapkan SMART Posyandu Papua Barat, Perkuat Ekonomi Kader di Kawasan Transmigrasi Prafi
Tim ekspedisi patriot kementrian transmigrasi Universitas Airlangga (Red)

MANOKWARI - Tim Ekspedisi Patriot 2026 Mitra Universitas Airlangga (UNAIR) menyiapkan program SMART Posyandu Papua: Kader Posyandu Berdaya melalui Peningkatan Ekonomi Keluarga Kader di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan kader posyandu yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi keluarga kader.

Persiapan program dilakukan melalui penyusunan tahapan kegiatan, pemetaan kebutuhan kader, observasi lapangan, serta pengembangan instrumen Training Needs Assessment (TNA) sebagai dasar penyusunan intervensi yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Tim SMART Posyandu Papua diketuai oleh Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., dengan anggota Sri Rahmawati, S.Psi., M.Si.; Surma Elisa Manihuruk, S.KM., M.Kes.; Anggun Anggifosari, S.I.Kom.; Imeldawaati Tambunan, S.KM.; dan Widyasari Yuni Agustin, S.T.

Ketua Tim SMART Posyandu Papua, Dr. Muthmainnah, mengatakan kader posyandu memiliki peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Namun, menurutnya, pengabdian para kader perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas ekonomi keluarga agar mampu menjalankan peran secara berkelanjutan.

"Kader posyandu tidak hanya perlu berdaya dalam memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk meningkatkan ekonomi keluarganya. Ketika kader sehat, percaya diri, dan mandiri secara ekonomi, mereka akan semakin kuat dalam mendampingi masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, program SMART Posyandu Papua mengusung semangat "Kader Berdaya, Ekonomi Jaya, Posyandu Maju, Keluarga Bahagia." Pendekatan yang digunakan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, potensi ekonomi lokal, serta karakteristik masyarakat di kawasan transmigrasi Prafi.

Pelaksanaan program direncanakan berlangsung selama empat bulan secara bertahap. Tahapan awal diawali dengan asesmen kebutuhan kader dan observasi lapangan untuk memetakan kondisi, potensi, tantangan, serta jenis pelatihan yang paling dibutuhkan.

Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, tim akan melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari peningkatan kapasitas kader, pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan keluarga, pengembangan produk berbasis potensi lokal, pengemasan produk, pemasaran digital, hingga pendampingan usaha.

Selain penguatan ekonomi, program juga memperhatikan aspek kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, dukungan keluarga, serta keseimbangan antara tugas kader dan aktivitas rumah tangga. Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup kader.

Untuk memastikan seluruh kegiatan tepat sasaran, tim telah menyiapkan instrumen TNA dan lembar observasi lapangan yang dapat diakses melalui kode QR sebagai dasar penyusunan bentuk pelatihan dan pendampingan.

Program SMART Posyandu Papua juga menerapkan pendekatan partisipatif. Kader tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi dilibatkan sebagai mitra dalam mengidentifikasi persoalan, menyusun rencana usaha, hingga mengembangkan solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Tim akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengukur perubahan pengetahuan, keterampilan, motivasi, kualitas hidup, serta kesiapan kader dalam mengembangkan kegiatan ekonomi keluarga.

"Kami tidak ingin datang hanya untuk memberikan pelatihan sesaat. Kami ingin mendengarkan kader, belajar dari masyarakat, dan mendampingi prosesnya. Program yang baik harus tumbuh dari kebutuhan masyarakat dan dapat diteruskan setelah masa penugasan tim selesai," kata Muthmainnah.

Melalui program ini, Tim Ekspedisi Patriot UNAIR berharap lahir kader posyandu yang semakin sehat, terampil, percaya diri, produktif, dan mandiri. Kader juga diharapkan mampu mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal, memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran, serta membangun jejaring dengan pemerintah kampung, puskesmas, pelaku usaha, dan berbagai mitra pembangunan.

Dalam jangka panjang, SMART Posyandu Papua diharapkan menjadi model pemberdayaan kader posyandu yang dapat direplikasi di kawasan transmigrasi lainnya. Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Sumber: Rilis Tim Ecpedisi Patriot

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow