Tim Ekspedisi Patriot Gandeng Dinkes Papua Barat, Perkuat Kader Kesehatan dan Kembangkan Potensi Masohi di Prafi

Aug 6, 2026 - 18:14
 13
Tim Ekspedisi Patriot Gandeng Dinkes Papua Barat, Perkuat Kader Kesehatan dan Kembangkan Potensi Masohi di Prafi
Koordinasi tim ekspedisi bersama dinas kesehatan provinsi Papua Barat (Red)

MANOKWARI - Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi Mitra Universitas Airlangga melakukan audiensi dan koordinasi dengan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Frans Abidondifu, S.KM., M.Epid., sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi dalam program pemberdayaan kader kesehatan di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari.

Tim dipimpin dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., bersama Sri Rahmawati, Elisa Manihuruk, Imeldawati Tambunan, Widyasari Yuni Agustin, dan Anggun Anggifosari.

Dalam pertemuan tersebut, tim memaparkan rencana program pengabdian selama empat bulan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas kader kesehatan, tetapi juga penguatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Dr. Muthmainnah, mengatakan pendekatan tersebut dipilih karena kader kesehatan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat kampung, mulai dari kegiatan Posyandu, penyuluhan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak hingga pendampingan ibu dan keluarga.

"Kami tidak ingin datang membawa program yang sudah jadi. Kami ingin mendengar kebutuhan masyarakat terlebih dahulu, memetakan potensi yang ada, kemudian menyusun kegiatan bersama kader, Puskesmas, pemerintah kampung, dan masyarakat agar program dapat berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Frans Abidondifu, menyambut baik program yang mengintegrasikan peningkatan kapasitas kader dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, penguatan kader tidak hanya sebatas peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan, tetapi juga perlu didukung oleh kondisi ekonomi keluarga yang lebih baik.

"Kader adalah ujung tombak yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Ketika pengetahuan, keterampilan, dan kondisi ekonominya diperkuat, mereka akan lebih percaya diri dan bersemangat menjalankan perannya. Program ini harus disusun bersama masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah Prafi," kata Frans.

Dalam diskusi tersebut, Frans juga memperkenalkan tanaman masohi sebagai salah satu komoditas khas Papua yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha berbasis masyarakat.

Masohi dikenal sebagai tanaman aromatik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak atsiri maupun produk herbal. Komoditas ini banyak ditemukan di sejumlah wilayah Papua Barat, termasuk Manokwari Selatan hingga Waigama.

"Masohi memiliki aroma khas yang banyak diminati pasar. Nilainya bisa mencapai sekitar Rp65 ribu per kilogram. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, komoditas ini dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi kader maupun masyarakat," jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa pengembangan masohi harus tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan, ketersediaan bahan baku, kemampuan masyarakat, serta akses pemasaran agar memberikan nilai tambah yang berkelanjutan.

Selain masohi, Tim Ekspedisi Patriot juga akan memetakan berbagai potensi ekonomi lokal lainnya di Kawasan Transmigrasi Prafi, seperti hasil pertanian, pangan lokal, tanaman pekarangan, produk olahan, kerajinan, hingga usaha rumah tangga yang telah dijalankan masyarakat.

Program pemberdayaan akan diawali dengan asesmen terhadap kebutuhan, kemampuan, minat, dan pengalaman usaha para kader. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan pelatihan dan pendampingan, mulai dari pengembangan produk berbasis potensi lokal, perbaikan kemasan, pencatatan keuangan sederhana, hingga pemasaran digital.

"Kader memiliki modal sosial yang kuat karena dekat dan dipercaya masyarakat. Jika dipadukan dengan keterampilan kesehatan, kewirausahaan, dan pemasaran digital, mereka dapat menjadi penggerak perubahan yang tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan, tetapi juga kesejahteraan keluarga," tambah Muthmainnah.

Pelaksanaan program akan melibatkan Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah kampung, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pelaku usaha, dan perguruan tinggi guna memastikan pendampingan berjalan terpadu dan berkelanjutan.

Program ini juga mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, industri berbasis potensi lokal, konsumsi dan produksi berkelanjutan, pelestarian ekosistem daratan, serta penguatan kemitraan lintas sektor.

Melalui kolaborasi tersebut, Tim Ekspedisi Patriot bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat berharap mampu membangun model pemberdayaan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat, sehingga kader kesehatan semakin berdaya sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kawasan Transmigrasi Prafi.

Simber: Tim Ekspedisi Patriot

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow