Ratusan Tukik Lekang Dilepasliarkan di Pantai Sibuni, Papua Barat Perkuat Konservasi Penyu

Aug 19, 2026 - 13:40
 30
Ratusan Tukik Lekang Dilepasliarkan di Pantai Sibuni, Papua Barat Perkuat Konservasi Penyu
Pelepasliaran 120 tukik di pantai wisata Sibuni distrik Masni kabupaten Manokwari (Tri Santoso)

MANOKWARI - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat melepasliarkan 120 anak penyu atau tukik jenis Lekang di kawasan penangkaran Kelompok Aweni, Pantai Wisata Sibuni, Distrik Masni, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam melindungi habitat penyu laut sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat, Origenes Ijie, mengatakan kegiatan sosialisasi dan pelepasliaran penyu juga diarahkan untuk mengubah paradigma masyarakat dari pemanfaatan sumber daya menuju konservasi yang tetap memberikan manfaat ekonomi.

Menurutnya, penyu dapat dikembangkan sebagai bagian dari potensi ekowisata di wilayah tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip perlindungan dan keberlanjutan.

“Ini barangkali menjadi role model bagi dinas dan masyarakat. Ke depan kami akan memberikan dukungan kepada masyarakat di sekitar sini agar terus aktif memelihara habitat penyu yang saat ini sudah mengalami penurunan,” ujarnya.

Ia mengatakan, konservasi spesies dan genetik penyu merupakan bagian dari strategi nasional yang dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yakni perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut, kata dia, harus dilakukan secara terpadu dan berbasis data, mengingat konservasi penyu menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penurunan populasi, degradasi habitat hingga tekanan akibat aktivitas manusia.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Barat, Otto Parorongan, mengatakan konservasi penyu merupakan upaya penting yang membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, masyarakat, pemilik hak ulayat dan berbagai pihak lainnya.

“Pelepasliaran tukik yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari usaha bersama untuk meningkatkan peluang hidup penyu sejak fase awal kehidupannya,” kata Otto.

Ia berharap tukik-tukik yang dilepasliarkan tersebut dapat tumbuh dan berkembang hingga nantinya kembali ke pantai-pantai Papua Barat untuk bertelur dan menjaga keberlanjutan spesiesnya.

“Setiap tukik yang dilepas ke laut membawa harapan besar bahwa suatu saat nanti ia akan kembali ke pantai-pantai Papua Barat untuk bertelur dan menjaga keberlanjutan spesiesnya,” ujarnya.

Otto menambahkan, perlindungan penyu dan ekosistem pesisir juga sejalan dengan visi pembangunan Papua Barat untuk mewujudkan Papua Barat yang aman, sejahtera, bermartabat dan mandiri.

Menurutnya, lingkungan yang terjaga akan menciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dan alam. Sementara pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak sumber daya yang menjadi penopang kehidupan.

“Melalui sumber daya laut yang berkelanjutan, kita sedang membangun Papua Barat yang sejahtera, di mana masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa merusak sumber daya yang menjadi penopang kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow