Hari Kearsipan Nasional ke-55, ANRI Tegaskan Arsip Jadi Pilar Menuju Indonesia Emas 2045

May 18, 2026 - 10:36
 26
Hari Kearsipan Nasional ke-55, ANRI Tegaskan Arsip Jadi Pilar Menuju Indonesia Emas 2045
Apel pagi gabungan pemprov Papua Barat (Tri Santoso)

MANOKWARI - Memperingati Hari Kearsipan Nasional ke-55 Tahun 2026, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere, membacakan sambutan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito, dalam apel pagi gabungan di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Senin (18/5/2026).

Peringatan Hari Kearsipan Nasional tahun ini mengusung tema “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menegaskan bahwa arsip tidak lagi dipandang sekadar rekam jejak masa lalu, tetapi menjadi instrumen strategis nasional dalam menentukan arah pembangunan bangsa ke depan.

Dalam sambutan resminya, Kepala ANRI Mego Pinandito menegaskan bahwa tata kelola kearsipan yang baik merupakan fondasi utama terciptanya pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

“Tidak akan terwujud tata kelola pemerintahan yang akuntabel tanpa adanya tata kelola kearsipan yang baik,” tegasnya.

Mego menjelaskan, Indonesia saat ini tengah memasuki fase penting pembangunan nasional melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menjadi pijakan menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, sejumlah program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, seperti program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga penguatan ketahanan nasional melalui Koperasi Merah Putih, membutuhkan dukungan tata kelola arsip yang baik guna menjamin akuntabilitas publik.

ANRI juga mencatat capaian positif bidang kearsipan sepanjang tahun 2025. Indeks Transformasi Kearsipan berhasil mencapai angka 73,64 melampaui target 72,03. Sementara Indeks Memori Kolektif Bangsa menyentuh angka 75,33 dari target 71,65.

Namun demikian, Indeks Budaya Tertib Arsip masih menjadi pekerjaan rumah bersama karena baru mencapai 71,93 dari target 72,40.

ANRI mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan kearsipan nasional, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia di tengah percepatan transformasi digital, belum meratanya kematangan pengelolaan arsip di kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah, serta dinamika efisiensi anggaran negara.

Untuk tahun 2026, ANRI akan memfokuskan kebijakan kearsipan pada penguatan budaya dan karakter bangsa melalui tiga program prioritas, yakni pengembangan budaya tertib arsip secara masif, perluasan akses dan layanan kearsipan yang inklusif bagi publik, serta pengembangan Pusat Khazanah Kearsipan Nusantara.

Di akhir sambutannya, Mego Pinandito mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, BUMN, perguruan tinggi, organisasi politik hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama membangun budaya sadar arsip yang modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

“Negara yang mampu mengelola arsipnya akan mampu mengendalikan masa depannya,” pungkasnya.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow