Pemprov Papua Barat Soroti Kelangkaan LPG di Manokwari, Distribusi Diduga Terkendala Jalur Ambon

May 18, 2026 - 10:20
 9
Pemprov Papua Barat Soroti Kelangkaan LPG di Manokwari, Distribusi Diduga Terkendala Jalur Ambon
Melkias Werinussa, Asisten II Setda Papua Barat (Tri Santoso)

MANOKWARI - Asisten II Bidang Perekonomian Setda Papua Barat, Melkias Werinussa, menjelaskan kelangkaan gas LPG yang terjadi di Manokwari dipicu perubahan jalur distribusi akibat situasi geopolitik dunia, khususnya ketegangan di kawasan Hormuz antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Barat telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait persoalan tersebut. Dari hasil komunikasi itu diketahui, distribusi LPG yang sebelumnya dapat langsung masuk dari Surabaya kini harus melalui Wayame, Ambon.

“Dulu bisa langsung dari Surabaya, sekarang harus diambil dari Wayame, Ambon. Nah, mengambil dari Wayame itu kendala pada kapal, sehingga distribusi menjadi sulit,” ujar Melkias, Senin (18/5/2026)

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, distribusi LPG saat ini harus melalui rute Surabaya–Wayame–Surabaya–Ambon sebelum akhirnya dikirim ke Manokwari. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan gas mengalami keterlambatan hingga terjadi kelangkaan selama hampir satu bulan.

“Kelangkaan ini membuat kami risau karena berdampak pada operasional masyarakat, termasuk dapur-dapur MBG dan ASPPG yang seluruh aktivitas memasaknya menggunakan gas,” katanya.

Selain sulit diperoleh, harga LPG 12 kilogram di pasaran juga melonjak tajam hingga mencapai Rp600 ribu per tabung.

“Kalau pun ada, harganya sudah Rp600 ribu untuk 12 kilogram. Ini terlalu mahal,” ujarnya.

Pemprov Papua Barat pun akan menggelar rapat bersama Pertamina di Swiss-Belhotel Manokwari guna mencari solusi atas persoalan distribusi tersebut. Dalam rapat itu, pemerintah akan meminta penjelasan terkait jalur distribusi serta pihak-pihak yang memasukkan dan menyalurkan LPG di Manokwari.

“Kami harus memastikan gas itu siapa yang memasukkan, didistribusikan ke toko mana, distributornya siapa, sampai penjualnya siapa, semuanya harus jelas,” tegasnya.

Melkia menambahkan, pengawasan distribusi perlu diperketat menjelang pelaksanaan event besar seperti Pesparawi, guna mengantisipasi kemungkinan penimbunan gas oleh oknum tertentu.

“Jangan sampai ada isu gas disimpan menjelang Pesparawi. Itu tidak boleh terjadi, sehingga jalur distribusinya harus diperketat,” pungkasnya.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow