Pertamina, DPR RI, dan Pemkab Teluk Bintuni Bahas Solusi Distribusi Energi untuk Masyarakat
TELUK BINTUNI - Pertamina Patra Niaga menggelar diskusi dan koordinasi bersama Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, serta pengusaha SPBU dan agen LPG guna membahas jaminan ketersediaan energi yang terjangkau bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui, menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam mencari solusi atas berbagai tantangan distribusi energi di Kabupaten Teluk Bintuni.
"Teluk Bintuni merupakan daerah yang terus berkembang dengan aktivitas ekonomi dan industri yang cukup tinggi. Sektor energi menjadi penunjang utama, sehingga diskusi ini penting untuk melihat kondisi nyata distribusi BBM, minyak tanah, maupun LPG non-subsidi di wilayah ini," ujar Alfons.
Ia mengapresiasi upaya Pertamina dalam menjaga ketersediaan stok BBM dan minyak tanah bersubsidi di Papua Barat. Namun menurutnya, ketersediaan stok tersebut harus diimbangi dengan sistem distribusi yang lebih optimal.
"Kami ingin mengevaluasi apakah kuota yang ada sudah mencukupi serta memastikan penyalurannya berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. DPR RI siap mendukung Pertamina dan pemerintah daerah dalam mencari solusi agar penyaluran energi, khususnya yang bersubsidi, dapat berjalan lebih baik," katanya.
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni menyatakan pemerintah daerah siap mengevaluasi berbagai kebijakan yang dapat meningkatkan efektivitas distribusi BBM, minyak tanah, dan LPG kepada masyarakat.
"Kami berterima kasih kepada Pertamina dan para mitra SPBU maupun agen LPG yang telah menyampaikan berbagai masukan. Seluruh usulan akan kami kaji untuk melihat langkah-langkah yang dapat mempercepat dan mengefektifkan distribusi energi. Jika diperlukan penambahan kuota subsidi, pemerintah daerah juga siap mengusulkannya," ujarnya.
Di sisi lain, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, mengatakan kondisi stok di Fuel Terminal Sorong dan Fuel Terminal Manokwari sebagai penyangga distribusi energi ke Teluk Bintuni berada dalam kondisi aman.
"Rata-rata stok seluruh produk berada pada kisaran 9 hingga 10 hari, dengan kapal suplai yang datang setiap empat hingga lima hari. Tantangannya sekarang adalah memastikan stok yang tersedia dapat terdistribusi secara maksimal hingga ke SPBU, agen minyak tanah, dan agen LPG sehingga benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat," jelas Awan.
Ia menambahkan, Pertamina sebagai badan usaha yang mendapat penugasan dari pemerintah akan terus menyalurkan BBM bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, dukungan DPR RI dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyaluran subsidi yang tepat sasaran sekaligus memperkuat pengawasan di lapangan.
"Pengawasan tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu kami sangat mengapresiasi forum diskusi ini sebagai wadah untuk mencari solusi bersama demi menjaga kualitas pelayanan energi kepada masyarakat," pungkasnya.
Sumber: Rilis Pertamina
What's Your Reaction?

