Gubernur Dominggus Buka Festival Raimuti 2026, Ajak Masyarakat Jaga Warisan Sejarah dan Alam Papua Barat

Aug 6, 2026 - 09:59
 24
Gubernur Dominggus Buka Festival Raimuti 2026, Ajak Masyarakat Jaga Warisan Sejarah dan Alam Papua Barat
Pembukaan Festival Raimuti 2026 yang digagas Kodam XIII/Kasuari (Red)

MANOKWARI - Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si, secara resmi membuka Festival Raimuti Tahun 2026, Kamis (6/8/2026) yang mengusung tema "Pulau Raimuti: Surga Tropis Papua Barat". Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa festival tersebut bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum untuk melestarikan sejarah, budaya, serta kekayaan alam Papua Barat. 

Di hadapan Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, Dominggus mengenang sejarah Pulau Raimuti dan kawasan Arfai yang pernah menjadi lokasi pembangunan kompleks Papua Volks-elementaire Kaderschool (PVK) atau Batalyon Papua pada masa pemerintahan Belanda sekitar tahun 1958–1959.

Ia mengaku memiliki kenangan pribadi terhadap kawasan tersebut karena semasa kecil pernah mengikuti orang tuanya, Lodewijk Mandacan, meninjau lokasi pembangunan bersama tokoh masyarakat Simon Mansim.

"Saya masih ingat waktu kecil ikut orang tua datang ke sini. Dulu di Pulau Raimuti masih ada sekitar delapan rumah. Di kawasan pantai ini juga pernah dibangun gedung pertemuan yang digunakan untuk berbagai kegiatan pada masa itu," kenang Dominggus.

Menurutnya, kawasan tersebut menyimpan catatan sejarah penting, termasuk keberadaan Batalyon Papua yang dibentuk Belanda dan keterlibatan personelnya dalam berbagai operasi pada masa Trikora di wilayah Raja Ampat, Waigeo, Kaimana, dan Fakfak.

Setelah Papua bergabung kembali ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, kawasan itu juga menjadi tempat penugasan berbagai satuan TNI, seperti Kodam Diponegoro dan Kodam Siliwangi, hingga pembentukan Batalyon Infanteri 751 sebelum dipindahkan ke Jayapura. Gubernur juga mengenang suasana hiburan rakyat pada masa lalu ketika penyanyi legendaris Benyamin Sueb dan Ida Royani tampil di kawasan Batalyon Arfai.

"Dulu kami berjalan kaki dari kota menuju Arfai hanya untuk menonton Benyamin Sueb dan Ida Royani. Pulangnya baru sampai rumah menjelang subuh. Itu menjadi kenangan yang tidak terlupakan," ujarnya.

Dominggus menegaskan bahwa Festival Raimuti merupakan wujud kecintaan terhadap warisan budaya dan kekayaan alam Papua Barat sekaligus menjadi sarana memperkenalkan Pulau Raimuti sebagai destinasi wisata yang memiliki keindahan alam tropis dan nilai sejarah tinggi.

"Festival ini bukan sekadar perayaan, tetapi wujud cinta kita terhadap warisan budaya, kekayaan alam, dan identitas daerah yang menjadi kebanggaan bersama. Melalui festival ini kita ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa Papua Barat memiliki potensi wisata dan budaya yang luar biasa," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Panglima Kodam XVIII/Kasuari beserta seluruh jajaran yang telah menggagas dan menyelenggarakan Festival Raimuti Tahun 2026.

Menurutnya, sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keamanan sekaligus mendorong pembangunan, termasuk pengembangan sektor pariwisata. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, ras, adat, dan budaya.

"Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, kita dipersatukan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tanah Papua, Papua Barat, dan Manokwari adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga keamanan, kedamaian, dan persaudaraan agar pembangunan dapat terus berjalan," tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Dominggus Mandacan secara resmi membuka Festival Raimuti Tahun 2026, seraya berharap kegiatan tersebut mampu menjadi agenda wisata unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian sejarah, budaya, dan lingkungan di Papua Barat.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow