Lakotani Bantah Isu Intimidasi Cabor, Tegaskan Kebebasan Memilih di Musorprovlub KONI Papua Barat
MANOKWARI - Bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Mohammad Lakotani, membantah isu intimidasi terhadap pimpinan cabang olahraga (cabor) yang mencuat di tengah dinamika penjaringan dukungan menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi luarbiasa (Musorprovlub) KONI Papua Barat.
Lakotani menegaskan, kapasitasnya sebagai Wakil Gubernur Papua Barat tidak pernah digunakan untuk menekan, mengintimidasi, maupun membatasi kebebasan pimpinan cabor dalam menentukan pilihan.
“Dalam kapasitas Wakil Gubernur, saya kira saya tidak pernah mengintimidasi siapa pun, saya tidak pernah menekan siapa pun,” tegas Lakotani di hadapan sejumlah pengurus cabor dan tim pemenangan di Sekretariat Tim Pemenangan Mola, Manokwari, Jumat (21/8/2026).
Menurut Lakotani, komunikasi dengan para pimpinan cabor selama ini berlangsung secara wajar dan tetap berada dalam koridor organisasi. Sebagian pimpinan cabor, kata dia, juga merupakan figur yang telah lama dikenalnya sehingga komunikasi dan diskusi telah terjalin jauh sebelum tahapan pemilihan Ketua KONI Papua Barat dimulai.
Ia menilai perbedaan pilihan dalam proses organisasi merupakan hal yang wajar. Karena itu, setiap pemegang hak suara harus diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan tanpa tekanan dari pihak mana pun.
“Kalau dia senang ikut saya, silakan. Kalau tidak, tidak apa-apa. Kalau dia percaya dengan saya, kita bicara soal visi membangun demi olahraga berprestasi ke depan,” ujarnya.
Lakotani menegaskan, seluruh proses menuju Musorprov harus berlangsung kondusif dengan tetap berpedoman pada aturan organisasi, termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
Ia juga mengingatkan agar dinamika politik olahraga tidak berkembang menjadi fitnah, saling menjatuhkan, maupun upaya membangun opini yang berpotensi merusak hubungan antarpengurus dan insan olahraga di Papua Barat.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Mola, Melkias Werinussa, mengatakan Lakotani telah memperoleh dukungan dari 23 cabang olahraga serta empat KONI kabupaten dalam proses penjaringan menuju Musorprov KONI Papua Barat.
Empat KONI kabupaten yang disebut memberikan dukungan yakni KONI Kabupaten Manokwari, KONI Teluk Wondama, KONI Kaimana, dan KONI Fakfak.
Menurut Melkias, dukungan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi yang harus dihormati. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan para pemegang hak suara dalam Musorprov.
Karena itu, ia berharap seluruh kandidat dan pendukung masing-masing dapat menjaga proses pemilihan tetap sehat, demokratis, serta berjalan sesuai mekanisme organisasi.
“Yang kita cari bukan sekadar siapa yang menjadi ketua, tetapi bagaimana KONI Papua Barat ke depan bisa lebih baik, pembinaan atlet berjalan dan prestasi olahraga kita meningkat,” pungkasnya.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

