Tim Ekspedisi Patriot UNAIR dan Puskesmas Prafi Gelar MMD, Dorong Kader Jadi Penggerak Kesehatan Masyarakat

Aug 7, 2026 - 18:30
 6
Tim Ekspedisi Patriot UNAIR dan Puskesmas Prafi Gelar MMD, Dorong Kader Jadi Penggerak Kesehatan Masyarakat
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga bersama Puskesmas Prafi menggelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Distrik Prafi (Red)

MANOKWARI - Membangun kesehatan masyarakat harus dimulai dari mendengar langsung suara warga. Berangkat dari semangat tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga bersama Puskesmas Prafi menggelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Selasa (4/8/2026), sebagai forum memetakan persoalan kesehatan sekaligus merumuskan solusi berbasis kebutuhan masyarakat.

Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Pemberdayaan Kader tersebut mempertemukan tenaga kesehatan, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah setempat. MMD menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sekaligus terlibat langsung dalam menentukan prioritas dan alternatif penyelesaiannya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Papua, serta doa bersama. Suasana musyawarah berlangsung hangat dan partisipatif. Para peserta tidak hanya hadir sebagai penerima informasi, tetapi ditempatkan sebagai aktor utama dalam proses perencanaan kesehatan di wilayahnya.

Kepala Puskesmas Prafi menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar program kesehatan tidak berhenti sebagai agenda institusi, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga.

“Masyarakat adalah pihak yang paling mengetahui persoalan di lingkungannya. Melalui MMD, kita dapat mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka, menentukan masalah yang perlu diprioritaskan, kemudian menyusun solusi yang realistis dan dapat dikerjakan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, kader kesehatan memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung antara pelayanan kesehatan dan masyarakat. Kader tidak hanya berperan dalam kegiatan Posyandu, tetapi juga dapat menjadi penggerak perubahan perilaku dan pemberdayaan keluarga di tingkat kampung.

Dari Data Menuju Program yang Tepat Sasaran

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., dalam paparannya menjelaskan bahwa MMD merupakan bagian penting dari pendekatan pemberdayaan masyarakat. Data yang diperoleh melalui asesmen lapangan perlu dikombinasikan dengan pengalaman dan aspirasi masyarakat agar rekomendasi program tidak bersifat satu arah.

“Kami tidak ingin datang membawa program yang sudah jadi kemudian meminta masyarakat menjalankannya. Program yang baik justru harus lahir dari data, suara masyarakat, dan potensi lokal. Masyarakat perlu menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek kegiatan,” jelas Muthmainnah.

Ia menambahkan, keterlibatan kader menjadi sangat penting karena mereka berada paling dekat dengan keluarga dan memahami dinamika sosial masyarakat.

“Ketika kader semakin berdaya, mereka bukan hanya membantu pelayanan kesehatan, tetapi dapat menjadi motor penggerak keluarga dan masyarakat. Dari kader inilah berbagai inovasi kesehatan dapat tumbuh dan berkelanjutan,” tambahnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Wilhelmina Bora, yang mengulas berbagai kondisi kesehatan masyarakat Distrik Prafi berdasarkan pengalaman di lapangan. Paparan tersebut memperkaya diskusi peserta mengenai tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat serta berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan.

Sementara itu, Andarias Sayori, S.IP. memberikan gambaran mengenai karakteristik wilayah dan pentingnya sinergi lintas sektor. Menurutnya, penyelesaian persoalan kesehatan membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena berbagai faktor kesehatan berkaitan erat dengan kondisi sosial, ekonomi, lingkungan, pendidikan, maupun pembangunan wilayah.

Lima Kelompok Petakan Masalah dan Solusi

Bagian paling dinamis dalam MMD berlangsung ketika peserta dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan wilayah masing-masing. Setiap kelompok diminta mengidentifikasi masalah kesehatan yang paling sering ditemui, menentukan prioritas persoalan, mengkaji penyebabnya, serta menyusun alternatif solusi yang memungkinkan dilakukan oleh masyarakat bersama pemangku kepentingan.

Diskusi berlangsung aktif. Para kader dan peserta menyampaikan pengalaman langsung dari lapangan sehingga setiap persoalan dapat dilihat berdasarkan kondisi nyata masyarakat.

Hasil musyawarah tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai salah satu dasar dalam penyusunan rekomendasi dan pengembangan program pemberdayaan kader di Distrik Prafi. Dengan demikian, intervensi yang dirancang diharapkan tidak hanya sesuai secara akademis, tetapi juga relevan secara sosial dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Mendukung Pencapaian SDGs

Pelaksanaan MMD juga menjadi bagian dari kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini secara langsung mendukung SDG 3: Good Health and Well-being, melalui penguatan peran masyarakat dan kader dalam peningkatan kesehatan. Upaya peningkatan kapasitas serta partisipasi kader perempuan juga beririsan dengan SDG 5: Gender Equality, khususnya dalam memperluas ruang perempuan sebagai penggerak pembangunan di tingkat komunitas.

Selain itu, proses musyawarah yang melibatkan masyarakat, pemerintah, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi memperkuat SDG 17: Partnerships for the Goals, yakni membangun kemitraan lintas sektor untuk menghasilkan pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Pendekatan partisipatif tersebut juga sejalan dengan semangat SDG 10: Reduced Inequalities, terutama dalam memastikan masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses pelayanan mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan kebutuhan dan terlibat dalam proses pembangunan.

Melalui MMD, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga bersama Puskesmas Prafi berharap lahir program-program yang tidak hanya selesai saat kegiatan berakhir, tetapi terus tumbuh bersama masyarakat.

Dari masyarakat, bersama masyarakat, dan untuk masyarakat, MMD menjadi langkah awal agar setiap program kesehatan di Distrik Prafi berangkat dari kebutuhan nyata, memperkuat potensi lokal, serta menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan hingga tingkat keluarga.

Sumber: Rilis Tim Expedisi Patriot UNAIR

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow