107 Kader Posyandu Prafi Ikuti Pemetaan Awal Bersama Tim Ekspedisi Patriot UNAIR
MANOKWARI - Sebanyak 107 kader Posyandu dari berbagai wilayah kerja Puskesmas Prafi mengikuti pengisian kuesioner bersama Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair) di Puskesmas Prafi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Selasa (4/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari pemetaan awal kondisi, kebutuhan, kapasitas, dan potensi kader sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan masyarakat.
Pengumpulan data tersebut merupakan rangkaian Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia di kawasan transmigrasi Prafi. Selain memotret kondisi kesehatan masyarakat, kegiatan ini juga menggali potensi kader Posyandu dalam mendukung pemberdayaan keluarga dan penguatan ekonomi masyarakat.
Kepala Puskesmas Prafi mengapresiasi kolaborasi antara Puskesmas, kader Posyandu, dan Universitas Airlangga. Menurutnya, kader merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang memahami langsung kondisi masyarakat di kampung masing-masing.
"Kami berharap hasil pemetaan ini tidak berhenti menjadi data, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi kader dan masyarakat Prafi," ujarnya.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan menempatkan kader sebagai mitra pembangunan. Program yang akan disusun didasarkan pada kebutuhan nyata yang disampaikan langsung oleh para kader.
"Kami ingin mendengar apa yang dibutuhkan kader, apa potensi yang mereka miliki, serta kendala yang dihadapi. Data inilah yang menjadi dasar agar program yang dirancang benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat Prafi," kata Muthmainnah.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam enam kelompok yang didampingi anggota Tim Ekspedisi Patriot. Selain mengisi kuesioner, para kader juga berdiskusi mengenai tantangan pelayanan Posyandu, kondisi kesehatan masyarakat, hingga peluang pengembangan ekonomi keluarga.
Data yang terkumpul akan dianalisis untuk memetakan karakteristik kader, kondisi sosial ekonomi keluarga, kebutuhan peningkatan kapasitas, serta peluang pengembangan usaha produktif. Hasilnya akan menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui kolaborasi antara Universitas Airlangga, Puskesmas Prafi, pemerintah, dan kader Posyandu, diharapkan lahir model pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga di kawasan transmigrasi Prafi.
Simber: Rilis tim expedisi patriot Unair
What's Your Reaction?

