Program Papua Barat Produktif Dorong Wisata Budaya Arfak, 14 Turis Polandia Kunjungan Perdana

Jan 20, 2026 - 10:10
 45
Program Papua Barat Produktif Dorong Wisata Budaya Arfak, 14 Turis Polandia Kunjungan Perdana
14 Wisatawan asing asal polandia akan kunjungi kampung persiapan wisata di pegunungan Arfak (Tri Santoso)

MANOKWARI - Sebanyak 14 wisatawan mancanegara asal Polandia tiba di Bandar Udara Rendani, Manokwari, dan dijadwalkan mengunjungi wisata budaya di Kampung Udohotma Kabupaten Pegunungan Arfak, Selasa (20/1/2026) pagi. 

Kunjungan ini menjadi yang pertama setelah Kampung Udohotma dipersiapkan sebagai kampung wisata budaya melalui pendampingan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat.

Kehadiran wisatawan tersebut merupakan hasil pembinaan dalam program Papua Produktif, yang fokus pada pengembangan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat melalui Kepala Seksi Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat, Rozene Sanchia H. Patay, mengatakan Kampung Udohotma merupakan wilayah binaan baru yang mulai dikembangkan sejak tahun 2024.

“Walaupun tergolong baru, persiapan kampung wisata ini berjalan sangat cepat melalui berbagai pelatihan dan pendampingan intensif kepada masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan kunjungan ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), serta agen lokal, salah satunya Hans Mandacan. Melalui pemasaran digital, paket wisata budaya Pegunungan Arfak berhasil menarik minat pasar internasional.

“Hanya dalam waktu satu minggu setelah dipublikasikan melalui website, agen internasional langsung membeli 13 paket wisata untuk wisatawan asal Polandia,” jelas Rozene.

Ia menambahkan, ini merupakan pertama kalinya kampung Udohotma dipersiapkan secara khusus untuk menerima wisatawan budaya dalam jumlah besar dan durasi tinggal yang cukup lama.

Pihaknya menjelaskan, Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Papua Barat Produktif yang dicanangkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat melalui sektor pariwisata. 

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, termasuk Bupati dan Sekretaris Daerah, untuk menyambut kunjungan wisatawan tersebut sebagai momentum awal kebangkitan pariwisata di wilayah Pegunungan Arfak.

Sementara itu, Pemandu Wisata Budata lokal Hans Mandacan, yang telah berpengalaman selama 13 tahun, menyampaikan rincian kunjungan wisatawan mancanegara tersebut.

Selama 5 hari paket perjalanan, 14 Wisatawan tersebut tertarik pada perpaduan wisata alam dan budaya khas Arfak, dengan agenda utama antara lain,

  1. Birdwatching selama dua hari bersama pemandu lokal
  2. Prosesi adat pernikahan tradisional Suku Arfak
  3. Teknik membuat api secara tradisional
  4. Sistem berkebun tradisional
  5. Proses pembuatan noken
  6. Pertunjukan tarian adat dan kunjungan ke rumah kaki seribu
  7. Serta bonus, Wisata alam ke Puncak Kobrey untuk menikmati panorama danau

"Jika kunjungan perdana ini berjalan sukses dan atraksi budaya yang ditampilkan menarik, mereka berencana membawa rombongan yang lebih besar, bahkan hingga empat atau lima kali lipat, pada kunjungan berikutnya," ujar Hans.

Sektor Pariwisata dan budata diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat sekaligus mendorong pelestarian budaya asli Pegunungan Arfak sebagai daya tarik utama wisatawan mancanegara.

Hans juga mengaku, Berbeda dengan kunjungan kapal pesiar sebelumnya yang umumnya hanya bersifat one day tour, kunjungan kali ini menjadi rombongan besar pertama yang menginap dan berinteraksi lebih lama dengan masyarakat lokal.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow