Pemprov Papua Barat Lepas Kontingen MTQ Korpri Nasional ke-8 di Makassar
MANOKWARI - Pemerintah Provinsi Papua Barat melepas kontingen Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-8 tingkat nasional yang akan berlaga di Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (10/8/2026).
Pelepasan kontingen dilakukan oleh Asisten III Sekretariat Daerah Papua Barat, Otto Parorongan, saat apel pagi di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Kontingen Papua Barat akan mengikuti rangkaian MTQ Korpri Nasional yang berlangsung di dua lokasi, yakni Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Dalam arahannya, Otto berpesan agar para peserta membawa nama baik Papua Barat dan berjuang maksimal dalam setiap kategori yang diikuti.
“Ini MTQ Korpri Provinsi Papua Barat yang akan berlaga di Provinsi Sulawesi Selatan, di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep,” ujarnya.
Otto mengingatkan bahwa pada pelaksanaan MTQ Korpri sebelumnya di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kontingen Papua Barat belum berhasil meraih medali maupun juara dari sejumlah kategori yang dilombakan.
Karena itu, ia berharap pada MTQ Korpri Nasional ke-8 kali ini Papua Barat mampu mencatat prestasi.
“Kita berharap panji atau pataka yang diserahkan tadi bisa dikibarkan. Paling tidak dari sekian lomba yang dilombakan, kita ada mendapat juara,” katanya.
Ia juga meminta Ketua Kontingen yang juga Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, untuk mendampingi para peserta selama mengikuti perlombaan.
Menurut Otto, meskipun perlombaan dilaksanakan di dua lokasi, jarak antara Makassar dan Pangkep masih memungkinkan untuk dijangkau sehingga pendampingan kontingen dapat dilakukan secara optimal.
“Walaupun bukan juara umum, tetapi paling tidak dari sekian lomba itu kita dapat juara. Saya kira itu pesan titipan kepada Ketua Tim, dr. Alwan, dan tentunya kepada semua peserta MTQ yang akan berangkat,” ujarnya.
Ketua Kontingen MTQ Korpri Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, menjelaskan kontingen Papua Barat terdiri dari 20 peserta yang telah melalui proses seleksi di sejumlah kabupaten.
Seleksi dilakukan sekitar satu bulan sebelum keberangkatan dengan melibatkan peserta dari enam kabupaten di Papua Barat. Proses seleksi dilakukan secara daring dan dinilai oleh sejumlah juri sesuai kategori perlombaan.
“Dari hasil seleksi, ada yang mengikuti beberapa kategori. Kita seleksi secara online dengan beberapa juri yang akan menilai kategori-kategori yang ada,” jelas Alwan.
Kategori yang diikuti kontingen Papua Barat cukup beragam, antara lain tilawah, qiraah, tartil, hafalan Al-Qur’an, kaligrafi, khotbah Jumat, doa, azan, puisi Islam, serta karya tulis ilmiah Islam.
Untuk kategori hafalan, peserta akan mengikuti lomba hafalan Juz 30, Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, serta tujuh surah pilihan.
Selain itu, kategori tilawah dan tartil masing-masing diikuti peserta putra dan putri, demikian pula kategori puisi Islam.
Alwan mengatakan, setelah prosesi pelepasan, para peserta akan menjalani training center (TC) selama kurang lebih satu minggu di Makassar.
TC akan dilaksanakan di Asrama Haji Makassar, Sudiang, sebelum peserta mengikuti rangkaian MTQ Korpri Nasional ke-8.
“Setelah pelepasan ini mereka akan dilakukan TC lagi di Makassar kurang lebih selama satu minggu. Kita menggunakan Asrama Haji Makassar Sudiang,” katanya.
Menurut Alwan, persiapan tahun ini dilakukan lebih serius dengan mengedepankan proses seleksi dan pemusatan latihan. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta sehingga mampu bersaing di tingkat nasional.
Ia mengatakan, pada MTQ Korpri ke-7 di Kalimantan Tengah, Papua Barat belum berhasil meraih juara. Namun, pada MTQ Korpri ke-6 di Kendari, Sulawesi Tenggara, Papua Barat sempat memiliki prestasi melalui kategori kaligrafi.
“Mudah-mudahan dengan upaya-upaya yang kita lakukan, MTQ ke-8 ini bisa menghasilkan peserta-peserta terbaik yang layak bersaing di tingkat nasional,” harapnya.
Rangkaian MTQ Korpri Nasional ke-8 dijadwalkan mulai dibuka pada 23 Agustus 2026 dan ditutup pada 29 Agustus 2026.
Alwan berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan masa TC untuk meningkatkan kesiapan sekaligus menjaga nama baik Papua Barat selama mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

