Rektor IHTP Papua Buka PKKMB, 776 Mahasiswa Baru Ditekankan Jaga Integritas dan Karakter

Aug 10, 2026 - 11:34
 34
Rektor IHTP Papua Buka PKKMB, 776 Mahasiswa Baru Ditekankan Jaga Integritas dan Karakter
Pembukaan PKKMB bagi bahasiswa bari Institut ilmu uukum dan tekhnologi pembangunan Papua (Tri Santoso)

MANOKWARI - Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP), Dr. Filep Wamafma, resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Senin (10/8/2026), di Gedung Olahraga (GOR) Sanggeng, Manokwari.

Sebanyak 776 mahasiswa baru dari tiga kampus IHTP, yakni Kampus Manokwari, Momiwaren, dan Prafi, mengikuti kegiatan PKKMB tersebut.

Dalam sambutannya, Filep Wamafma menegaskan bahwa PKKMB tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kehidupan akademik.

Ia mengangkat tagline PKKMB tahun ini, yakni “Integritas, Menguatkan, Inovasi, Menggerakkan.”

“Tagline kita di hari ini, yaitu integritas, menguatkan, inovasi, menggerakkan. Ini mengajak dan mengajarkan kepada kita semua bahwa pelaksanaan PKKMB ini bukan sesuatu yang seremonial, tetapi sesuatu yang bermakna,” ujar Filep.

Menurutnya, PKKMB harus menjadi ruang untuk membangun teladan, menjaga diri, sekaligus menjaga marwah mahasiswa dan institusi.

Filep juga menegaskan bahwa pelaksanaan PKKMB di IHTP harus jauh dari praktik perpeloncoan maupun kekerasan. Ia meminta seluruh panitia dan mahasiswa senior mengedepankan pendekatan humanis, penuh keakraban, canda dan tawa, serta membangun suasana kekeluargaan.

“Tidak ada lagi yang disebut dengan perpeloncoan, kekerasan atau yang kasar-kasar. Kita fair play. Kita harus menjunjung tinggi kejujuran, kewibawaan dan martabat kita,” tegasnya.

Ia mengatakan, mahasiswa senior dan panitia memiliki tanggung jawab untuk membimbing, membina dan membangun silaturahmi dengan mahasiswa baru, bukan melakukan tindakan yang dapat merendahkan atau menyakiti.

Kepada mahasiswa baru atau calon mahasiswa (cama-cami), Filep mengatakan bahwa memasuki perguruan tinggi merupakan momentum bersejarah karena menjadi bagian dari perjalanan baru dalam kehidupan mereka.

Para mahasiswa datang ke kampus dengan membawa harapan, cita-cita dan mimpi untuk meraih masa depan.

Filep menyebut mahasiswa IHTP berasal dari berbagai program studi, mulai dari bidang hukum, pemerintahan, manajemen rekayasa hingga teknik. Namun, ia menekankan bahwa perbedaan program studi tidak boleh menjadi sekat di antara mahasiswa.

“Di sini tidak ada mahasiswa hukum, tidak ada mahasiswa ilmu pemerintahan, tidak ada mahasiswa manajemen rekayasa. Di sini adalah mahasiswa Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua,” katanya.

Ia mengajak seluruh mahasiswa baru membangun rasa persaudaraan dan kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar IHTP.

Lebih lanjut, Filep mengingatkan bahwa kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menjadi seorang sarjana yang berkualitas.

“Cerdas secara akademik tidak cukup kalau tidak didukung juga oleh moral dan karakter,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif dan adaptif. Mereka juga harus mampu mengikuti perkembangan informasi dan teknologi serta memiliki kemampuan menciptakan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Filep meyakini mahasiswa IHTP mampu mewujudkan harapan tersebut apabila bersungguh-sungguh menjalani proses pendidikan.

Ia kemudian menyampaikan lima pesan mengenai tujuan mahasiswa datang ke kampus.

“Datanglah ke kampus untuk mendapatkan ilmu. Datanglah ke kampus untuk membentuk karakter. Datanglah ke kampus untuk membangun jaringan. Datanglah ke kampus untuk menemukan ketegasan, dan pulanglah nanti sebagai manusia yang mampu memberikan perubahan,” pesannya.

Ia juga meminta mahasiswa menjadikan kampus sebagai rumah untuk mengubah nasib dan masa depan.

Dalam menjalani proses pendidikan, Filep mengingatkan mahasiswa baru agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dan hambatan.

“Jangan takut gagal, jangan takut malu bertanya, jangan berhenti belajar dan jangan mudah menyerah, apalagi kehilangan integritas,” pesannya.

Ia meminta mahasiswa menyimpan pesan tersebut sebagai bekal selama menempuh pendidikan di IHTP.

“Jika suatu saat Anda menghadapi problem, ingat pesan-pesan saya ini. Pesan Pak Rektor itu: jangan pernah takut gagal,” katanya.

Di akhir sambutannya, Filep berpesan agar seluruh mahasiswa yang nantinya menyandang gelar sarjana mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Papua, bangsa, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Jadilah orang yang bermanfaat bagi masyarakat Papua atau tempat di mana Anda berada. Bermanfaat bagi bangsa, suku-suku di Tanah Papua, tetapi juga bermanfaat bagi bangsa dan Negara Republik Indonesia,” pungkasnya.

Pembukaan PKKMB tersebut menjadi awal bagi 776 mahasiswa baru IHTP untuk mengenal lingkungan akademik, membangun kebersamaan, sekaligus mempersiapkan diri menjalani proses pendidikan dan pembentukan karakter sebagai generasi penerus pembangunan Papua.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow