Kolaborasi Pemprov dan BPJS Kesehatan, 40.057 Warga Ikuti Reaktivasi JKN Lewat Program Papua Barat Sehat

Aug 3, 2026 - 17:16
 11
Kolaborasi Pemprov dan BPJS Kesehatan, 40.057 Warga Ikuti Reaktivasi JKN Lewat Program Papua Barat Sehat
Program Papua Barat sehat mulai diberlakukan di Papua Barat dengan reaktivasi JKN secara menyeluruh. (red)

MANOKWARI - Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama BPJS Kesehatan memperkuat komitmen dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui peluncuran Akselerasi Reaktivasi Kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam Program Papua Barat Sehat.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Senin (3/8/2026).

Acara ini dihadiri Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah XII Benjamin Saut Parulian Simanjuntak, unsur Forkopimda, Wakil Bupati Manokwari, Bupati Manokwari Selatan, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan warga yang turut memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. 

Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus Mandacan menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang wajib dijamin oleh negara. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan tidak ada masyarakat yang kehilangan akses layanan kesehatan akibat kepesertaan JKN yang tidak aktif maupun keterbatasan ekonomi.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat mereaktivasi kepesertaan JKN untuk periode Juli–Desember 2026 dengan menjangkau 40.057 jiwa di tujuh kabupaten se-Papua Barat.

Rinciannya, sebanyak 21.364 Orang Asli Papua (OAP) mendapat dukungan anggaran sebesar Rp4.845.355.200, sedangkan 18.693 peserta non-OAP didukung anggaran sebesar Rp4.239.504.360. Gubernur menegaskan, program ini bukan sekadar reaktivasi administrasi kepesertaan, tetapi bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat saat membutuhkan pelayanan medis.

“Reaktivasi ini adalah bentuk kepedulian pemerintah agar tidak ada warga Papua Barat yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Kesehatan adalah hak setiap orang,” ujar Dominggus.

Sementara itu, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah XII Benjamin Saut Parulian Simanjuntak memaparkan bahwa secara nasional cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 98 persen, dengan tingkat kepesertaan aktif sekitar 80 persen, atau setara 285 juta penduduk terdaftar dan 240 juta peserta aktif.

Ia menyebutkan BPJS Kesehatan melayani rata-rata 2 juta peserta setiap hari, atau sekitar 700 juta layanan kesehatan setiap tahun.

Khusus di Papua Barat, seluruh masyarakat telah terdaftar sebagai peserta JKN dengan tingkat keaktifan mencapai 92 persen, sedangkan sisanya terus didorong melalui program reaktivasi.

Dalam setahun, layanan kesehatan yang difasilitasi BPJS Kesehatan di Papua Barat telah mencapai sekitar 250 ribu kasus. Untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, BPJS Kesehatan juga terus mengembangkan layanan digital melalui VIOLA (Virtual Office), PANDAWA berbasis WhatsApp, serta aplikasi Mobile JKN sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengingatkan seluruh rumah sakit, puskesmas, klinik, serta tenaga kesehatan di Papua Barat agar memberikan pelayanan yang cepat, ramah, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Jadikan setiap pasien sebagai keluarga yang harus kita bantu dan lindungi. Jangan lagi ada praktik yang membebani masyarakat dengan iur biaya tambahan di luar ketentuan. Yang harus kita dahulukan adalah pelayanan yang bermutu, cepat, ramah, profesional, dan berkeadilan tanpa membedakan suku, agama, status sosial, maupun status kepesertaan,” tegasnya.

Dominggus turut menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas sinergi yang telah terbangun dalam memperluas cakupan kepesertaan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Papua Barat.

Melalui kolaborasi Program Papua Barat Sehat dan reaktivasi JKN ini, pemerintah berharap seluruh masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang berkelanjutan sehingga tidak ada lagi warga yang merasa sendirian ketika menghadapi sakit.

Mengakhiri kegiatan, Gubernur mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah pencegahan dini agar tetap sehat, produktif, dan mampu mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow