Pangdam XVIII Kasuari Resmikan Pipanisasi Air Untuk 32 Hektar Calon Sawah Baru

Apr 16, 2024 - 19:46
 45
Pangdam XVIII Kasuari Resmikan Pipanisasi Air Untuk 32 Hektar Calon Sawah Baru
Jalur pipanisasi air yang diresmikan oleh Pangdam XVIII Kasuari di kampung Desay, Manokwari (Tri Santoso)

MANOKWARI, Kabarnusantara.co - Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Elyas Alamsyah dan Penjabat Sekda Papua Barat Yacob S. Fonataba resmikan penggunaan jaringan pipanisasi air untuk 32 hektar calon sawah baru milik petani di Kampung Desay Distrik Prafi, Selasa (16/4/2024). 

Pengerjaan jaringan pipanisasi sepanjang kurang lebih 400 meter tersebut dilakukan oleh anggota Kodim 1801 Manokwari dan kelompok tani Kampung Desay, dengan pembiayaan inisiatif Pangdam Kasuari sebab anggaran reguler dari pemerintah pusat belum diterima.

Penjabat Sekda Papua Barat Yacob S. Fonataba mengatakan, kerjasama antara Kementrian Pertanian dan TNI AD sebagai upaya meningkatkan produksi padi sawah diseluruh Indonesia. 

"Tujuan kerjasama Kementan dan TNI AD hanya satu yakni mengembalikan lahan tanam Indonesia seluas 7 juta hektar. Pipanisasi yang telah di bangun ini agar petakan sawah baru bisa dialiri air sehingga pembukaan lahan baru bisa dilakukan oleh petani," ujar Fonataba.

Sekda menyebut saat ini Indonesia menghadapi darurat pangan yang ditandai dengan menurunnya area tanam padi sawah, sehingga dengan bantuan TNI-AD diharapkan dapat meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT). 

"Khusus di Papua Barat kita baru memproduksi 25 persen beras, sementara 75 persen masih kita datangkan dari luar. Jika pengiriman dihentikan maka kita akan merana, jadi di perlukan antisipasi rawan pangan," lanjut dia. 

Sementara itu, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Elyas Alamsyah dalam sambutannya menyebut terdapat dua kabupaten yang menjadi lumbung beras di Papua Barat yakni Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan, sehingga tahap pertama dilakukan di Manokwari. 

"Dari beberapa lokasi di kampung desay ini, kalau kita sambungkan airnya dari irigasi tersier dengan pipanisasi yang kita lakukan kurang lebih bisa mengaliri 32 hektar sawah baru. Jadi kita melihat lumbung padi Papua Parat ada di Mansel dan Manokwari kita mencoba dari yang dekat yakni di Manokwari," kata Pangdam. 

Secara umum, perkiraan produksi sawah baru dapat menghasilkan 2 Ton gabah kering setiap hektarnya, hal ini dapat menambah produksi beras secara keseluruhan di Papua Barat. 

"Diharapkan dengan mengalirnya air ini petani sudah bisa menggarap sawah dan menanami padi, sehingga dalam tiga bulan kedepan bisa panen, jika di bulan Agustus September memang tidak memungkinkan untuk menanam karena serangan Elnino Gorila kita sudah memiliki cadangan," tandas Pangdam. 

Pipanisasi air tersebut juga mendapat tanggapan baik dari masyarakat Kampung Desay, terutama yang lahannya belum dialiri air melalui jaringan tersier yang dibangun pemerintah. 

"Program pipanisasi yang dibangun bermanfaat dan menjadikan pertanian lebih baik diwilayah kami dan bisa meningkatkan produktifitas petani kami," harap Sutar, Kepala Kampung Desay. (Tri)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow