Tim Tiga Ekspedisi Patriot UNAIR Perkuat Kapasitas Kader Posyandu dan Ekonomi Keluarga di Prafi

Aug 6, 2026 - 18:48
 11
Tim Tiga Ekspedisi Patriot UNAIR Perkuat Kapasitas Kader Posyandu dan Ekonomi Keluarga di Prafi
Koordinasi tim tiga expedisi patriot unair bersama kepala puskesmas prafi (Red)

MANOKWARI - Tim Tiga Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) resmi memulai pendampingan masyarakat di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Langkah awal diawali dengan koordinasi bersama Kepala Puskesmas Prafi SP4, Ferdinan E. Woof, S.KM., guna memetakan kebutuhan pelayanan kesehatan, kapasitas kader Posyandu, serta peluang penguatan ekonomi keluarga kader.

Koordinasi tersebut menjadi fondasi penyusunan program agar seluruh kegiatan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.

Tim Tiga Ekspedisi Patriot UNAIR dipimpin oleh Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., dosen sekaligus Koordinator Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Selama masa pendampingan, tim akan mengembangkan program berbasis kesehatan masyarakat, pemberdayaan kader, dan penguatan ekonomi keluarga.

Kader Posyandu Jadi Fokus Penguatan

Kepala Puskesmas Prafi SP4, Ferdinan E. Woof, menegaskan kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka menjadi penghubung antara tenaga kesehatan dengan keluarga melalui pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan ibu dan anak, edukasi kesehatan, hingga penyebarluasan informasi kesehatan.

Namun demikian, menurut Ferdinan, kapasitas kader masih perlu terus ditingkatkan agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masyarakat.

"Kader lokal ini memang masih banyak membutuhkan edukasi terkait keterampilan kader Posyandu. Mereka adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, sehingga kemampuan dan kepercayaan dirinya perlu terus diperkuat," ujarnya.

Masukan tersebut menjadi dasar bagi Tim Ekspedisi Patriot UNAIR untuk melakukan asesmen terhadap pengetahuan, pengalaman, serta kebutuhan kader sebelum menyusun materi pelatihan.

Program peningkatan kapasitas akan meliputi keterampilan dasar pelayanan Posyandu, komunikasi kesehatan, pencatatan dan pelaporan, pemantauan pertumbuhan balita, promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga pemanfaatan media sederhana sebagai sarana edukasi.

Dorong Kemandirian Ekonomi Kader

Selain memperkuat kompetensi kader, tim juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan peran kader di masyarakat.

Ketua Tim Tiga Ekspedisi Patriot UNAIR, Dr. Muthmainnah, mengatakan program ekonomi akan diawali dengan pemetaan potensi setiap kader sehingga pembinaan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.

"Kami akan mulai dengan mendengar dan mengenali potensi setiap kader. Setelah potensinya diketahui, kami akan berkoordinasi dengan dinas dan berbagai pihak terkait agar kader memperoleh pembinaan yang sesuai, baik dalam pengembangan keterampilan, pengolahan produk, pengemasan, maupun pemasaran," jelasnya.

Menurut Muthmainnah, setiap kader memiliki potensi yang berbeda, mulai dari pengolahan pangan lokal, pertanian, kerajinan tangan, perdagangan hingga pemasaran digital. Karena itu, model pendampingan akan disusun secara fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing.

Ia berharap penguatan ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga kader sehingga mereka semakin optimal menjalankan tugas pelayanan kesehatan.

Pemeriksaan Kesehatan bagi Kader

Tim juga merencanakan pemeriksaan kesehatan bagi para kader Posyandu sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan para penggerak layanan kesehatan masyarakat.

Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui kondisi kesehatan kader sekaligus menjadi dasar pemberian edukasi, konsultasi, maupun tindak lanjut apabila ditemukan faktor risiko penyakit.

Melalui pendekatan ini, kader tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana program kesehatan, tetapi juga sebagai individu yang perlu memperoleh perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraannya.

Dukung Pencapaian SDGs

Program pendampingan yang dijalankan Tim Tiga Ekspedisi Patriot UNAIR turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Peningkatan kapasitas kader dan pelayanan Posyandu mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sementara pelatihan kader mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).

Program pemberdayaan perempuan melalui penguatan kapasitas kader juga selaras dengan SDG 5 (Kesetaraan Gender), sedangkan penguatan ekonomi keluarga mendukung SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Pengembangan produk berbasis potensi lokal turut mendukung SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Sementara sinergi antara Kementerian Transmigrasi, Universitas Airlangga, Puskesmas, pemerintah daerah, pemerintah kampung, dan masyarakat menjadi implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Ke depan, Tim Tiga Ekspedisi Patriot UNAIR akan melanjutkan koordinasi dengan kader, pemerintah kampung, dan berbagai instansi terkait guna memastikan program pendampingan dapat berkelanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir kader Posyandu yang semakin terampil, sehat, mandiri secara ekonomi, serta mampu mendorong terwujudnya keluarga sehat dan masyarakat kawasan transmigrasi yang lebih berdaya.

Sumber: Rilis

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow